Hubungan AS-Jerman Memanas, Wakil Kanselir Jerman Kritik Keras Strategi Trump di Iran

12 hours ago 1

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:30 WIB

VIVA

Wakil Kanselir Jerman yang juga Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil, ikut buka suara menyusul dengan hubungan antara Erop dan Amerika Serikat yang tengah memanas. Dalam pidatonya dalam acara Hari Buruh 1 Mei 2026, Klingbeil mengkritik strategi presiden AS, Donald Trump terkait Iran. Dalam kesempatan itu juga dia mendesak Trump untuk segera mengakhiri perang dengan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya rasa dia benar-benar mengira ini hanya akan berlangsung dua atau tiga hari, lalu semuanya akan baik-baik saja. Sekarang, dia harus bertanggung jawab memastikan perang di Iran ini segera berakhir,” kata Klingbeil di kota Bergkamen, Jerman, Jumat 1 Mei 2026 seperti dikutip dari laman Anadolu Agency.

Ia juga membela Kanselir Jerman, Friedrich Merz, dari kritik yang dilontarkan Trump dalam beberapa hari terakhir.

“Kami tidak butuh nasihat dari Donald Trump. Dia seharusnya melihat kekacauan yang sudah dia buat. Dia harus memastikan pembicaraan damai yang serius segera dilakukan di Iran. Saya mengatakan ini terutama setelah beberapa hari terakhir, ketika dia terus melontarkan komentar tentang pemerintah federal Jerman dan kanselir,” tambahnya.

Sebelumnya, Trump pada Selasa mengklaim bahwa Kanselir Jerman menganggap Iran boleh memiliki senjata nuklir, yang semakin memperkeruh hubungan kedua negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lewat platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump juga menyebut Merz tidak tahu apa yang dia bicarakan dan memperingatkan bahwa ketika Iran memiliki senjata nuklir bisa membuat dunia tersandera.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi

Menlu Iran Sebut Biaya Perang AS Jauh Lebih Besar, Tembus Rp1.600 Triliun

Menlu Iran, Araghchi menuding AS tak jujur soal biaya perang yang dikeluarkan. Menurut klaim Araghchi, angka yang disampaikan pihak AS jauh lebih kecil dari sebenarnya

img_title

VIVA.co.id

1 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |