Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Jumat, 24 Juli 2026, di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 2,07 persen ke level 6.184,347, melanjutkan tekanan yang telah terjadi sejak awal sesi perdagangan.
Pelemahan tersebut juga diikuti oleh indeks-indeks utama lainnya di Bursa Efek Indonesia. Indeks LQ45 turun 2,23 persen ke level 613,154, IDXLQ45LCL melemah 2,33 persen ke level 88,932, IDX30 terkoreksi 2,10 persen menjadi 345,121, sedangkan IDX80 turun paling dalam di antara indeks utama lainnya, yakni 2,45 persen ke level 92,355.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan jual terjadi secara luas, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama IHSG.
Saham Big Caps Masih Mendominasi Transaksi
Di tengah pelemahan indeks, aktivitas perdagangan tetap berlangsung cukup tinggi. Berdasarkan data BEI, saham-saham berkapitalisasi besar masih mendominasi nilai transaksi sepanjang perdagangan.
Daftar saham dengan nilai transaksi terbesar ditempati oleh:
- BUMI dengan nilai transaksi sekitar Rp2,22 triliun
- TPIA sebesar Rp1,69 triliun
- BBCA sekitar Rp1,32 triliun
- DSSA sebesar Rp1,03 triliun
- DEWA sekitar Rp994,71 miliar
- PTRO sebesar Rp788,63 miliar
- BNBR sekitar Rp779,24 miliar
- CUAN sebesar Rp722,26 miliar
- BMRI sekitar Rp706,64 miliar
- BBRI sebesar Rp659,59 miliar
Meski menjadi saham paling aktif diperdagangkan berdasarkan nilai transaksi, sebagian besar saham tersebut justru ditutup melemah.
Pergerakan Saham Unggulan Beragam
Dari daftar saham dengan transaksi terbesar, BUMI menjadi salah satu emiten yang berhasil menguat pada penutupan perdagangan.
Saham BUMI ditutup naik 15 poin ke level 183 setelah sempat bergerak di kisaran 169 hingga 196.
Sementara itu, sejumlah saham unggulan lainnya justru mengalami tekanan.
TPIA turun 110 poin ke level 2.170, sedangkan BBCA melemah 225 poin dan ditutup di level 6.275.
Tekanan juga terjadi pada saham perbankan besar lainnya. BMRI turun 40 poin ke level 4.380, sementara BBRI terkoreksi 30 poin ke posisi 2.990.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sektor lainnya, DSSA melemah 30 poin menjadi 875, sedangkan BNBR turun 7 poin ke level 108.
Meski mayoritas saham unggulan terkoreksi, beberapa emiten masih mampu mencatatkan penguatan. DEWA naik 32 poin ke level 472, PTRO menguat 220 poin menjadi 4.910, dan CUAN bertambah 35 poin ke posisi 755.
Halaman Selanjutnya
Aktivitas Perdagangan Tetap Ramai

13 hours ago
2











