IHSG Dibuka Menghijau Cenderung Datar, Bursa Asia Balik Menguat Meskipun Wall Street Anjlok

5 hours ago 2

Kamis, 17 September 2026 - 09:10 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 18 poin atau 0,28 persen di level 6.455 pada pembukaan perdagangan Kamis, 17 September 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal datar (sideways) pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi datar (sideways) cenderung melemah seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed 25 bps," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 17 September 2026.

Ilustrasi IHSG.

Photo :

  • VIVA/Muhamad Solihin

Bursa Asia naik pada perdagangan Rabu kemarin, pulih dari pelemahan di perdagangan sehari sebelumnya. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,7 persen, Topix menguat 0,6 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,2 persen, Taiex Taiwan naik 0,7 persen.

Kospi Korea Selatan melesat 1,4 persen, ASX 200 Australia bertambah 0,3 persen, dan NZX 50 Selandia Baru naik 0,9 persen. Sementara itu, Straits Times turun 0,06 persen, sedangkan FTSE Malaysia tutup karena libur Hari Malaysia (Malaysia Day).

Di sisi lain, investor tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan The Fed pada hari Rabu waktu AS dan Bank of Japan (BOJ) pada hari Jumat besok, dimana keduanya diperkirakan akan menaikkan suku bunga.

Sementara di Jepang, data perdagangan yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan ekspor Jepang naik 19,3 persen (yoy). Namun lonjakan impor sebesar 28 persen menyebabkan defisit perdagangan sebesar JP¥1,106 triliun (US$7,5 miliar), dan mengindikasikan dampak biaya energi yang lebih tinggi.

Sementara inflasi Inggris pada Agustus 2026 meningkat ke 3,1 persen dan menjadi level tertinggi dalam 5 bulan, dibandingkan inflasi tahunan pada Juli 2026 yang berada di level 2,9 persen. Angka resmi inflasi Inggris ini dirilis, sehari sebelum Bank of England (BOE) akan mengumumkan kebijakan suku bunga. 

"Support IHSG berada di level 6.350-6.400 sementara resist IHSG di rentang 6.500-6.540," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin, setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 3 tahun terakhir guna meredam inflasi akibat lonjakan harga minyak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 631,33 poin (1,21 persen), S&P 500 turun 33,59 poin (0,44 persen), dan Nasdaq Composite turun 3,15 poin (0,01 persen).

Dalam pernyataan resminya, The Fed menyatakan bahwa keputusan untuk menaikkan suku bunga diambil secara bulat, dan pengetatan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat untuk mendorong penurunan inflasi yang lebih cepat.

Halaman Selanjutnya

Dalam konferensi pers setelahnya, Ketua The Fed, Kevin Warsh mengatakan, ekonomi AS telah menguat sejak pertemuan The Fed terakhir, namun tren inflasi menunjukkan sedikit perbaikan dengan harga minyak mentah Brent ditutup turun 2,7 persen.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |