VIVA – Persiapan tunggal putra Indonesia menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya mendapat tambahan pengalaman dari legenda bulutangkis Jepang, Kento Momota. Mantan pemain nomor satu dunia itu turun tangan membantu Jonatan Christie dan kawan-kawan dalam sesi latihan di Tokyo, Jepang, Rabu 16 September 2026, dengan memberikan masukan dan evaluasi kepada sejumlah pemain.
Kehadiran Momota menjadi kesempatan bagi para pemain Indonesia untuk mengasah permainan sekaligus belajar langsung dari salah satu tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki Jepang. Selain menjadi lawan latih tanding, Momota juga memberikan evaluasi mengenai permainan sejumlah pemain Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu pemain yang mendapat pengalaman tersebut adalah Alwi Farhan. Tunggal putra muda Indonesia itu mengaku senang bisa berbagi lapangan dengan Momota yang pernah mencapai puncak karier sebagai pemain bulutangkis dunia.
“Kami tahu Kento Momota sesuperior apa dulu, jadi bisa bermain bareng hari ini pastinya senang dan sebuah kehormatan. Pengalaman yang tidak bisa dilupakan,” kata Alwi dalam keterangan tertulis Kamis, 17 September 2026.
Pengalaman serupa dirasakan Moh Zaki Ubaidillah. Pemain yang akrab disapa Ubed tersebut bahkan mendapat evaluasi langsung dari Momota mengenai permainan yang ditunjukkannya selama sesi latihan.
“Senang bisa berbagi lapangan dengan dia, tadi juga Momota sempat memberikan evaluasi dan masukan tentang cara main ke saya,” kata Ubed.
Bagi tunggal putra Indonesia, kesempatan berlatih bersama Momota menjadi tambahan pengalaman sebelum memasuki persaingan Asian Games 2026. Apalagi, Momota memiliki rekam jejak panjang di level tertinggi bulutangkis dunia.
Profil Kento Momota
Tunggal Putra Jepang, Kento Momota di Indonesia Open 2021
Kento Momota lahir di Prefektur Kagawa, Jepang, pada 1 September 1994. Pemain kidal tersebut mulai mengenal bulutangkis ketika masih duduk di kelas satu sekolah dasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bakat Momota mulai terlihat sejak usia muda. Pada Januari 2007, ketika masih duduk di kelas enam sekolah dasar, ia menjadi juara pertama Jepang dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Sekolah Dasar Nasional.
Setelah itu, Momota melanjutkan pendidikan di SMP Tomioka Daiichi di Kota Tomioka, Prefektur Fukushima. Sekolah tersebut menjadi tempat berkumpulnya pemain-pemain berbakat dari berbagai daerah di Jepang.
Halaman Selanjutnya
Pada Agustus 2009, Momota berhasil memenangkan Turnamen Bulu Tangkis SMP Nasional. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, ia melanjutkan ke SMA Tomioka Prefektur Fukushima.

5 hours ago
3











