IHSG Ditutup Ambruk Tertekan Pungutan Tarif Panel Surya dari AS ke Indonesia

2 weeks ago 10

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:14 WIB

Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,05 persen atau 86,96 poin ke level 8.235,26 pada penutupan perdagangan Kamis, 26 Februari 2026. Koreksi terjadi setelah sempat menguat hingga level 8,358 di awal sesi. 

Tim Analis Phintrcao Sekuritas mengungkap sentimen negatif berasal dari kabar bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) akan memberlakukan tarif atas sel dan panel surya yang diimpor dari perusahaan-perusahaan di India, Indonesia dan Laos. Alassan pungutan tambahan karena industri panel surya di tiga negara tersebut dilindungi subsidi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AS menetapkan tarif sebesar 104,38 persen untuk impor dari Indonesia, India dikenakan tarif sebesar 125,87 persen dan Laos sebesar 80,67 persen. AS juga berencana menaikkan tarif bagi sejumlah negara dari level 10 persen menjadi 15 persen atau lebih tinggi. 

Selain tarif umum, AS juga menghitung tarif individu bagi perusahaan. Di Indonesia,  PT Blue Sky Solar dikenakan tarif 143,3 perse dan PT REC Solar Energy dikenakan tarif 85,99 persen.

Petugas PLTS Selayar memastikan setiap panel surya berfungsi dengan baik dan siap memasok listrik untuk kebutuhan masyarakat.

Tekanan lain adalah rencana Perwakilan Perdagangan AS (USTR)  membuka penyelidikan Pasal 301 terhadap praktik perdagangan Indonesia untuk memeriksa kapasitas industri dan subsidi perikanan. Setelah itu USTR akan membuat keputusan mengenai jenis tarif apa yang harus diterapkan. 

"Hasil temuan penyelidikan ini nantinya akan dibandingkan dengan langkah-langkah yang diambil Indonesia dalam memenuhi komitmennya terhadap kekhawatiran AS," jelas Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset harian, Kamis, 26 Februari 2026. 

Secara teknikal, penurunan IHSG tertahan MA20 dikisaran level 8.204. Namun, pembentukan histogram positif MACD kembali mengecil dan stochastic RSI membentuk death cross di overbought area. 

Sektor transportasi terkoreksi paling dalam sebesar 4,54 persen. Sektor konsumer siklikal melemah 2,59 persen dan sektor infrastruktur merosot 2,41 persen.

Nilai transaksi tercatat mencapai Ro 27,96 triliun dengan volume transaksi sebesar Rp 53,45 miliar. Jumlah ini merupakan akumulasi dari total perdagangan yang dilakukan para investor sebanyak 3,05 juta transaksi. 

Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga emiten saham dengan lompatan harag tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) sebagai berikut:

Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saham INDF melesat 2,28 persen atau 150 poin dan ditutup menjadi 6.725.

Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Halaman Selanjutnya

Saham CPIN menguat 1,61 persen atau 70 poin ke level 4.410.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |