VIVA – Perdebatan soal durasi game dan nilai yang didapat pemain kembali mencuat di kalangan gamer. Banyak yang masih mengukur “worth it” sebuah game dari berapa lama mereka memainkannya. Namun, benarkah lama waktu bermain benar-benar menentukan kualitas sebuah game?
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagian pemain menilai nilai sebuah game dengan membandingkan harga dan total waktu bermain. Semakin lama durasi permainan, semakin dianggap menguntungkan.
Logika ini memang terasa masuk akal, apalagi harga game saat ini tidak murah. Namun, pendekatan tersebut punya kelemahan besar: tidak semua waktu bermain memiliki kualitas yang sama. Jam yang dihabiskan untuk konten repetitif tentu berbeda dengan pengalaman yang padat dan berkesan.
Tidak sedikit game berdurasi singkat yang justru meninggalkan kesan mendalam. Game seperti ini biasanya memiliki pacing yang rapi, cerita yang fokus, dan minim konten “pengisi”.
Dalam beberapa genre, seperti horor, durasi pendek bahkan menjadi keunggulan. Ketegangan sulit dipertahankan jika game terlalu panjang. Karena itu, pengalaman singkat tapi intens sering kali justru lebih efektif dan memuaskan.
Selain itu, game dengan durasi lebih singkat juga dianggap lebih ramah bagi pemain yang memiliki waktu terbatas. Tidak semua orang bisa menghabiskan puluhan jam untuk satu judul game.
Di sisi lain, game berdurasi panjang juga bukan jaminan kualitas. Banyak game yang memperpanjang waktu bermain dengan misi berulang atau konten tambahan yang kurang bermakna.
Akibatnya, pengalaman bermain bisa terasa membosankan. Bahkan, cerita atau gameplay yang awalnya menarik bisa kehilangan daya tarik karena terlalu dipaksakan panjang.
Durasi game juga tidak selalu berhenti pada satu kali tamat. Beberapa game dirancang untuk dimainkan berulang kali, dengan berbagai jalur cerita, tingkat kesulitan, atau konten tambahan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kasus seperti ini, game yang awalnya terasa singkat bisa menawarkan total waktu bermain yang jauh lebih panjang bagi pemain yang ingin mengeksplorasi lebih dalam.
Game online seperti MOBA atau live service menghadirkan pendekatan berbeda. Pemain bisa menghabiskan ratusan hingga ribuan jam tanpa batas waktu yang jelas.
Halaman Selanjutnya
Namun, banyaknya waktu yang dihabiskan tidak selalu berarti pengalaman tersebut menyenangkan. Dalam beberapa kasus, pemain tetap bermain karena kebiasaan, bukan karena benar-benar menikmati permainan.

4 days ago
5

























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)
