Iran Ultimatum AS Tak Mau Bahas soal Nuklir Sebelum Sepakati Isu Ini

3 hours ago 2

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:22 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Iran menegaskan bahwa hanya bersedia membahas program nuklir jika telah ada kesepakatan atas isu lain. Hal itu termasuk pencabutan blokade AS di Selat Hormuz serta penghentian perang di Iran dan Lebanon, menurut laporan Sputnik, Minggu, dengan mengutip Axios.

Dalam wawancara dengan RIA Novosti, dikutip Minggu, 3 Mei 2026, Duta Besar (Dubes) Iran untuk Rusia Kazem Jalali mengatakan pemerintahnya, berdasarkan doktrin keamanan dan fatwa pemimpin tertinggi, telah berulang kali menyatakan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan program nuklirnya bersifat damai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Media Iran sebelumnya melaporkan rencana penyelesaian damai Teheran dengan Amerika Serikat dan Israel terdiri atas 14 poin. Termasuk pembayaran ganti rugi kepada Iran dan pembentukan mekanisme baru pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, usulan Iran itu menetapkan tenggat satu bulan bagi perundingan untuk membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut AS, serta menghentikan perang di Iran dan Lebanon.

Setelah kesepakatan atas isu-isu itu tercapai, barulah akan dimulai tambahan satu bulan perundingan untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir.

AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang. AS dan Iran kemudian menyatakan gencatan senjata pada 8 April.

Namun, perundingan lanjutan di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa hasil. AS pun memulai blokade terhadap pelabuhan Iran. Para mediator saat ini berupaya mengatur putaran baru perundingan damai. (Ant)

Bendera Kuba

Presiden Kuba Curhat Ancaman Militer AS Semakin Berbahaya

Diaz-Canel di akun pribadinya di platform X. Dia menambahkan penyerang di Kuba akan menghadapi rakyat yang memiliki tekad penuh untuk mempertahankan kedaulatan.

img_title

VIVA.co.id

3 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |