Jakarta, VIVA – Pemerintah kembali mengingatkan para produsen kendaraan listrik di Indonesia agar mempercepat penggunaan komponen lokal. Pasalnya, target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan elektrifikasi akan meningkat menjadi 60 persen pada 2027, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, Patia Junjungan Monangdo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Patia, penguatan TKDN menjadi salah satu langkah penting untuk memperdalam struktur industri otomotif nasional. Kehadiran kendaraan listrik tidak hanya dinilai dari banyaknya model yang dipasarkan, tetapi juga sejauh mana produksinya mampu melibatkan industri komponen dalam negeri.
"Saat ini pendalaman struktur industri ditunjukkan melalui peningkatan TKDN kendaraan elektrifikasi peserta program yang secara umum sudah berada di kisaran 40 hingga 46 persen. Bahkan salah satu model telah mencapai TKDN sebesar 80 persen," ujarnya di Jakarta belum lama ini.
Meski demikian, capaian tersebut belum membuat pemerintah berpuas diri. Patia menegaskan seluruh pelaku industri, termasuk DFSK sebagai salah satu peserta program kendaraan rendah emisi, perlu terus meningkatkan kandungan lokal agar mampu memenuhi target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang.
"Catatan yang patut menjadi acuan bagi DFSK sebagai salah satu produsen LCEV adalah mempercepat pendalaman manufaktur komponen kendaraan elektrifikasi dan bersama-sama memenuhi target roadmap TKDN yang diamanatkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Pada tahun 2027 nanti TKDN akan meningkat dari 40 persen menjadi 60 persen," katanya.
Dorongan tersebut sejalan dengan perkembangan industri kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Patia mengungkapkan, sejak program LCEV diperkenalkan pada 2021, jumlah perusahaan yang berpartisipasi mengalami peningkatan signifikan. Jika awal pelaksanaannya hanya melibatkan dua perusahaan perakitan dan 142 perusahaan pemasok komponen lokal, kini ekosistem tersebut berkembang menjadi 16 perusahaan perakitan yang didukung 322 pemasok nasional.
Pertumbuhan itu mencerminkan kenaikan sekitar 127 persen pada rantai pasok industri otomotif nasional sekaligus memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, sekitar 195 ribu tenaga kerja telah terserap secara langsung melalui pengembangan ekosistem kendaraan rendah emisi.
Halaman Selanjutnya
Program LCEV sendiri mencakup empat kategori teknologi, yakni kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (LCGC), hybrid, plug-in hybrid, hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Saat ini tercatat sudah ada 56 model dengan 128 varian kendaraan yang terdaftar dalam program tersebut.

21 hours ago
4











