Jateng Gaduh Pajak Kendaraan Naik, KDM Tegaskan Jabar Enggak Ikut-ikutan

2 weeks ago 5

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:38 WIB

VIVA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan tidak menaikkan tarif pajak kendaraan bermotor di wilayah Jabar, meski pemerintah pusat melakukan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).

Keputusan tersebut diambil Kang Dedi Mulyadi atau KDM, demi menjaga daya beli masyarakat. "Kita Jawa Barat kan tidak naik (pajak kendaraan), kita memilih tetap menggunakan angka yang ada," kata Dedi Mulyadi di Gedung Sate Bandung, Kamis, 26 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi menegaskan sejak awal masa jabatannya setahun lalu, dirinya konsisten menjaga stabilitas tarif pajak. Baginya, menjaga keterjangkauan pajak jauh lebih efektif untuk meningkatkan kepatuhan warga dibandingkan mengerek tarif namun justru membebani masyarakat.

"Saya sejak memimpin sampai kemarin Januari bisa ditanya, saya tidak menaikkan. Lebih baik yang bayarnya banyak (partisipasi tinggi) dibanding naik tapi yang bayarnya sedikit," ujar Dedi.

Tak hanya menolak menaikkan tarif pajak, Pemprov Jabar justru mengambil kebijakan progresif dengan memberikan insentif bagi sektor transportasi publik dan logistik.

Dedi mengungkapkan dalam waktu dekat, pajak untuk kendaraan berpelat kuning serta angkutan barang justru mengalami penurunan. "Untuk pelat kuning, angkutan barang mengalami penurunan," tuturnya.

Dedi Mulyadi optimistis dengan menjaga tarif tetap rendah, arus kas daerah dari sektor pajak kendaraan di Jawa Barat tetap akan stabil, karena didorong oleh volume pembayar pajak yang lebih luas.

Jateng Gaduh Pajak Naik

Kebijakan di Jawa Barat ini menjadi anomali positif jika dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah. Sebagai perbandingan, Pemprov Jateng telah menerapkan opsen PKB dan BBNKB sejak 5 Januari 2025 yang berujung pada tingginya tekanan publik.

Kondisi di Jateng bahkan memaksa Sekda Provinsi Jateng Sumarno bersama DPRD setempat untuk merancang relaksasi diskon pajak sebesar lima persen hingga akhir 2026 untuk membantu mengurangi beban masyarakat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Luthfi-Taj Yasin, kreatif dalam mencari alternatif sumber penerimaan daerah yang signifikan, selain yang berasal dari pajak kendaraan bermotor.

"Ke depan ini perlu kreativitas," kata Saleh di Semarang, Rabu.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, saat ini sumber pendapatan terbesar hanya dari perbankan, yakni Bank Jateng yang merupakan BUMD milik pemerintah daerah ini. Selain itu, pendapatan juga berasal dari penerimaan pajak kendaraan bermotor.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |