Bekasi, VIVA – Operasional kereta api di lintas timur Jakarta lumpuh total pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden hebat ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) dan satu rangkaian KRL Commuter Line di kawasan Bekasi Timur sekitar pukul 21.00 WIB.
Tabrakan yang terjadi pada posisi depan dan belakang tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL. Sementara itu, lokomotif Argo Bromo Anggrek mengalami benturan keras di bagian depan. Kejadian ini langsung menjadi perhatian publik, mengingat status Argo Bromo Anggrek sebagai layanan flagship milik PT Kereta Api Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kecepatan dan Legenda Jalur Pantura
Berdasarkan penelusuran VIVA di laman INKA, Argo Bromo Anggrek merupakan pengembangan dari generasi Argo Bromo dengan kode JS-852 yang diluncurkan pada 24 September 1997, bertepatan dengan HUT ke-52 Republik Indonesia. Nama tersebut merujuk pada perjalanan Jakarta – Surabaya yang ditempuh sekitar 8 jam.
Kereta ini melayani relasi Gambir – Surabaya Pasarturi dengan jarak sekitar 720 kilometer. Hingga kini, Argo Bromo Anggrek dikenal sebagai salah satu kereta tercepat di Indonesia dengan durasi perjalanan rata-rata sekitar 8 jam, menjadikannya pilihan utama bagi penumpang yang mengutamakan efisiensi waktu.
Teknologi dan Evolusi Desain
Sejak awal, Argo Bromo Anggrek dirancang lebih modern dibanding pendahulunya. Kereta ini menggunakan pegas udara untuk meredam guncangan serta bogie tipe K9 atau bolsterless bogie berlisensi ALSTOM. Ciri khasnya terlihat dari jendela hitam memanjang, bodi putih dengan stripping merah muda, serta ornamen bunga anggrek.
Interiornya dibuat lebih futuristik dengan kursi yang dilengkapi sandaran kaki, ruang kabin yang lebih lega, serta toilet yang diposisikan di ujung kereta. Sistem pintu juga sudah menggunakan model sliding otomatis, memberikan pengalaman yang lebih modern pada masanya.
Dalam perjalanannya, kereta ini sempat mengalami berbagai pembaruan, termasuk program retrofit dan perubahan konsep menjadi ABA Go Green dengan dominasi warna hijau serta peningkatan fasilitas ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Transformasi New Generation 2024
Memasuki era terbaru, Argo Bromo Anggrek kembali mengalami lompatan besar. Sejak 29 Maret 2024, rangkaian kereta ini resmi menggunakan Kereta Eksekutif New Generation berbahan stainless steel produksi PT INKA. Perubahan ini menjadi bagian dari modernisasi besar-besaran armada kereta jarak jauh di Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Pembaruan tersebut menghadirkan berbagai fitur modern, mulai dari pintu elektrik otomatis, sistem informasi penumpang digital (Passenger Information Display System), hingga jendela double tempered glass yang lebih kedap suara dan panas. Selain itu, setiap kursi kini dilengkapi stop kontak dan port USB untuk menunjang kebutuhan penumpang modern.

4 days ago
2

























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)
