Jakarta, VIVA – Nama Alwi Farhan menjadi salah satu yang paling disorot menjelang bergulirnya Polytron Indonesia Open 2026. Pebulu tangkis muda Indonesia itu datang ke Istora Gelora Bung Karno dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan pencapaian terbaiknya musim ini di Singapore Open 2026.
Dalam turnamen level Super 750 tersebut, Alwi berhasil melangkah hingga babak semifinal. Hasil itu menjadi sinyal positif bagi tunggal putra berusia 21 tahun tersebut yang tengah diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung Indonesia di masa depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun di balik performa menjanjikan itu, Alwi mengaku masih menyimpan luka dari kegagalan tim Indonesia di Piala Thomas 2026. Ia mengaku benar-benar belum move on dari hasil mengecewakan di ajang beregu paling bergengsi tersebut, Alwi menjawab dengan jujur.
"Jujur sebenarnya kalau ditanya move on, nggak segampang itu juga. Karena saya pribadi sangat berharap tim Thomas bisa menjuarai," kata Alwi dalam konferensi pers Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta, Senin 1 Juni 2026.
Alwi Farhan Bangkit di Singapore Open 2026, Wakil Prancis Dibungkam
Menurut Alwi, kegagalan tersebut menjadi salah satu momen yang cukup berat dalam kariernya. Apalagi pada edisi kali ini ia memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan penampilannya pada Thomas Cup sebelumnya.
Jika sebelumnya hanya berstatus pelapis, kini Alwi dipercaya tampil sebagai tunggal kedua Indonesia.
"Tapi memang hasil berkata lain, kenyataan yang harus saya pribadi terima. Saya juga harus melakukan evaluasi secara menyeluruh apa yang menjadi kebutuhan dan yang mendukung performa saya di lapangan," ujarnya.
Alwi mengakui tekanan yang dirasakannya di Thomas Cup 2026 jauh berbeda dibandingkan turnamen beregu sebelumnya.
"Memang tidak bisa dipungkiri pressure yang saya rasakan cukup berbeda dari Thomas Cup sebelumnya. Karena di Thomas Cup sebelumnya saya hanya menjadi tim pelapis yang bermain di fase grup. Sekarang ada di tunggal kedua, suatu challenge yang rasanya cukup berat," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, pemain kelahiran Surakarta itu berusaha menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai bahan bakar untuk bangkit.
Perlahan namun pasti, hasilnya mulai terlihat. Di Singapore Open 2026, Alwi tampil mengejutkan dengan menembus semifinal dan mengalahkan sejumlah pemain unggulan dunia. Bagi Alwi, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa dirinya berada di jalur yang tepat.
Halaman Selanjutnya
"Mungkin periode di Thomas Cup cukup memukul saya. Cukup berat bagi saya pribadi dan juga tim Indonesia. Pengalaman itu saya gunakan jadi semangat. Saya berharap dengan penampilan yang kurang memuaskan di Thomas Cup, saya bisa menunjukkan progres yang cukup oke," beber Alwi.

1 week ago
4














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)