VIVA – Nama Giorgio Chiellini kembali muncul ke permukaan usai malam emosional yang dialami Juventus di Liga Champions. Seperti déjà vu, bukan sang pelatih Luciano Spalletti yang lebih dulu angkat bicara, melainkan Chiellini.
Beberapa pekan lalu, Chiellini sempat meluapkan kekesalannya usai Juventus tumbang dramatis dari Inter Milan akibat kartu merah kontroversial. Kini, situasi serupa kembali terjadi. Bermain dengan 10 orang karena keputusan wasit yang dipertanyakan, Juventus harus tersingkir dari Liga Champions setelah takluk dari Galatasaray.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah kekecewaan itu, pertanyaan besar langsung mengarah pada masa depan Spalletti, terutama setelah petualangan Bianconeri di Eropa resmi berakhir musim ini.
Berbicara kepada Sky Italia, Chiellini menegaskan bahwa manajemen Juventus tidak memiliki keraguan sedikit pun untuk melanjutkan kerja sama dengan Spalletti, bahkan hingga melewati musim 2025/2026. Menurutnya, kegagalan di Liga Champions tidak mengubah keyakinan klub terhadap proyek yang sedang dibangun.
Spalletti sendiri diketahui hanya menandatangani kontrak jangka pendek saat datang ke Turin. Meski terdapat klausul perpanjangan otomatis jika Juventus lolos ke Liga Champions musim depan, Chiellini menegaskan klub tetap ingin mempertahankannya apa pun hasil akhir musim ini.
Di sisi lain, Spalletti memilih bersikap hati-hati. Pelatih berusia 66 tahun itu berulang kali menyatakan bahwa penilaian atas masa depannya harus ditentukan oleh performa tim dan hasil di lapangan, bukan sekadar janji atau wacana kontrak.
Namun, suara Chiellini bukan satu-satunya. CEO Juventus, Damien Comolli, turut memperkuat sinyal dukungan terhadap Spalletti. Dalam forum Financial Times Football Summit, Comolli menekankan pentingnya stabilitas setelah Juventus kerap berganti pelatih dalam beberapa tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami butuh kesinambungan. Tim ini mulai menemukan identitasnya bersama Luciano Spalletti. Jika ingin sukses, kami harus konsisten dalam strategi, gaya bermain, dan kepercayaan terhadap pelatih,” ujar Comolli.
Pernyataan Chiellini dan Comolli kini seolah melempar bola ke tangan Spalletti. Jika sang pelatih ingin melanjutkan proyeknya di Turin, pintu terbuka lebar. Namun, jika dalam beberapa bulan ke depan muncul keraguan, Juventus bisa kembali dihadapkan pada persimpangan jalan.
PSG ke 16 Besar, Luis Enrique Akui Timnya Kesulitan Keluar dari Tekanan
Kerja keras harus dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik. Meski mendapatkan tekanan, dengan kerja keras akhirnya bisa berbuah hasil positif yang diinginkan
VIVA.co.id
27 Februari 2026

1 week ago
8











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
