Jumat, 13 Maret 2026 - 14:04 WIB
VIVA – Kapal induk Amerika Serikat (AS) kelas Nimitz USS Gerald R. Ford (CVN-78) mengalami kebakaran di tengah operasi militer melawan Iran. Insiden itu mengakibatkan dua awak kapal terluka tetapi diklaim tidak mengganggu operasional kapal induk secara keseluruhan, menurut seorang pejabat AS
Dalam pengumuman insiden tersebut, CENTCOM menekankan bahwa penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran dan telah berhasil dipadamkan. Dikatakan bahwa tidak ada kerusakan pada sistem penggerak kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Pada tanggal 12 Maret, USS Gerald R. Ford (CVN 78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal," demikian bunyi pernyataan Komando Pusat AS yang diposting di situs media sosial X. "Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran dan telah terkendali. Tidak ada kerusakan pada sistem propulsi kapal, dan kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil. Informasi tambahan akan diberikan jika tersedia."
Kebakaran dilaporkan terjadi di fasilitas pencucian pakaian di atas kapal, setelah sebelumnya dilaporkan adanya masalah toilet tersumbat di atas kapal induk, yang mungkin mencerminkan penempatan kapal induk yang berkepanjangan dan penumpukan masalah perawatan.
Insiden baru ini dikonfirmasi oleh unggahan di X dari Komando Pusat, dengan dugaan bahwa kebakaran disebabkan oleh kerusakan listrik. Disebutkan bahwa dua pelaut sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil.
Gugus Tempur Kapal Induk Ford telah berpartisipasi dalam Operasi Epic Fury, kampanye AS-Israel melawan Iran yang hampir memasuki minggu kedua.
USS Gerald R. Ford berangkat dari Norfolk, Virginia, pada 24 Juni 2025, menuju Eropa Utara dan kemudian Mediterania. Ia kembali ditempatkan di Karibia pada akhir tahun 2025 dan kemudian kembali ke Mediterania dalam persiapan serangan terhadap Iran, Kamis, 5 Maret, ia melintasi Terusan Suez. Tanpa tanggal akhir yang pasti untuk penempatannya saat ini, telah disorot bahwa ia menyaingi penempatan Perang Vietnam dan kemungkinan akan mencetak rekor modern untuk jumlah hari penempatan. Kapal induk tersebut dikerahkan untuk tugas nasional setidaknya selama 263 hari.
Halaman Selanjutnya
Pada bulan Februari, Angkatan Laut AS mengeluarkan pernyataan yang memuji para pelaut atas apa yang diakuinya sebagai penempatan yang menantang dan panjang. Pernyataan tersebut membahas masalah-masalah tersebut, dengan menulis, "Laporan telah menimbulkan kekhawatiran mengenai sistem di atas kapal, termasuk sanitasi. Pejabat Angkatan Laut menyatakan bahwa sistem Gerald R. Ford beroperasi dalam parameter yang diharapkan."

2 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
