Jakarta, VIVA – Kepastian keselamatan dan perlindungan bagi pekerja sektor energi Indonesia yang bertugas di wilayah dengan tingkat risiko tinggi jadi sorotan. Termasuk kawasan Teluk yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan dinamika keamanan.
Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia mengatakan pekerja sektor energi, khususnya awak kapal tanker yang beroperasi di jalur distribusi energi internasional, memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi global. Karena itu, aspek keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang berkembang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Keselamatan pekerja Indonesia yang bertugas di sektor energi, termasuk kru kapal tanker Pertamina yang beroperasi di kawasan Teluk, perlu menjadi perhatian utama di tengah perkembangan situasi konflik di wilayah tersebut. Terlebih, kawasan sekitar Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia dan dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi peningkatan insiden keamanan terhadap kapal tanker,” ujar Shanty dikuitp, Jumat, 13 Februari 2026.
Dia menilai, pemerintah bersama operator pelayaran energi perlu memastikan penerapan protokol keselamatan yang ketat, termasuk sistem pemantauan keamanan yang berkelanjutan bagi kapal dan kru yang bertugas di wilayah berisiko.
“Karena itu, pemerintah bersama operator pelayaran energi perlu memastikan penerapan protokol keselamatan yang ketat serta pemantauan situasi keamanan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Shanty juga mengapresiasi langkah PT Pertamina (Persero) yang terus memantau kondisi kapal dan kru yang beroperasi di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pekerja sekaligus memastikan kelancaran distribusi energi.
“Saya juga mengapresiasi langkah Pertamina yang terus memantau kondisi kapal dan kru yang beroperasi di kawasan tersebut. Para pekerja sektor energi, termasuk awak kapal tanker Pertamina, merupakan bagian penting dari rantai distribusi energi global sehingga perlindungan terhadap keselamatan mereka perlu terus dipastikan di tengah dinamika konflik yang meningkat,” tutupnya.
DPR Kritik Wacana Pembatasan Nikotin dan Tar: Sangat Mengkhawatirkan
Rencana pembatasan kadar nikotin dan tar dalam PP 28/2024 menuai polemik. DPR menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam ekosistem industri hasil tembakau nasional.
VIVA.co.id
13 Maret 2026

2 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
