Netanyahu Klaim Ilmuwan Nuklir Senior Top Iran Tewas dalam Serangan Israel

2 hours ago 1

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:05 WIB

Jakarta, VIVA – Kamis malam 12 Maret 2026, Perdana Menter Israel Benjamin Netanyahu menggelar konferensi pers. Dalam konferensi pers itu, Netanyahu mengunkap bahwa serangan Israel yang dilancarkan ke Iran telah menewaskan seorang ilmuan nuklir senior negara itu. Tak hanya itu saja, serangan tersebut juga melukai beberapa ilmuan lainnya.

Selain mengumumkan tentang kematian seorang ilmuan nuklir senior, dalam konferensi pers semalam Netanyahu juga mengecam pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Dia bahkan menyebut Mojtaba ’boneka’ Garda Revolusi Iran yang bahkan tidak bisa muncul di depan publik. Ia juga menyampaikan pesan kepada rakyat Iran, dengan mengatakan bahwa momen untuk menempuh jalan baru menuju kebebasan semakin dekat dan Israel berdiri bersama mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Namun pada akhirnya, semuanya bergantung pada kalian. Itu ada di tangan kalian,” ujarnya dikutip dari laman NDTV, Jumat 13 Maret 2026.

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran yang baru dan dikenal sangat tertutup pada Kamis berjanji akan terus melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab di Teluk. Ia juga menegaskan akan memanfaatkan penutupan efektif jalur strategis Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini merupakan komentar publik pertamanya sejak ditunjuk menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan Israel.

Dalam pernyataan yang dibacakan oleh pembawa berita televisi pemerintah, ia bersumpah akan membalas kematian para korban perang, termasuk korban dalam serangan terhadap sebuah sekolah yang menewaskan lebih dari 165 orang.

Pernyataan tersebut menunjukkan keinginan Iran untuk melanjutkan perang yang telah mengganggu pasokan energi global, perjalanan internasional, serta stabilitas relatif yang selama ini dinikmati negara-negara Arab di kawasan Teluk. Serangan Iran yang terus-menerus terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di Teluk Persia sebelumnya juga telah mendorong harga minyak kembali melampaui 100 dolar per barel.

Serangan Amerika Serikat dan Israel memang telah memberikan pukulan berat terhadap kepemimpinan Iran, kekuatan militernya, serta program rudal balistiknya. Namun serangan tersebut belum berhasil menggulingkan pemerintahan Iran sesuatu yang beberapa kali disebut oleh Presiden AS, Donald Trump, sebagai salah satu tujuannya.

Halaman Selanjutnya

Iran kini berusaha menimbulkan tekanan ekonomi global yang cukup besar agar Amerika Serikat dan Israel menghentikan pemboman yang dimulai pada 28 Februari. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei ayah dari Mojtaba serta istri Mojtaba.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |