Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin cepat dan mulai memengaruhi berbagai sektor pekerjaan. Sejumlah studi terbaru menunjukkan bahwa kemampuan AI kini tidak lagi terbatas pada pekerjaan teknis sederhana, tetapi juga mulai menjangkau profesi profesional seperti analis keuangan, pengacara, hingga programmer.
Perusahaan AI asal Amerika Serikat, Anthropic, baru-baru ini merilis penelitian yang memetakan pekerjaan mana saja yang berpotensi digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan. Dalam laporan berjudul 'Labor market impacts of AI: A new measure and early evidence', para peneliti Maxim Massenkoff dan Peter McCrory menemukan bahwa adopsi AI saat ini masih jauh di bawah kemampuan teknologi yang sebenarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara teori, AI dapat melakukan sebagian besar tugas dalam bidang bisnis dan keuangan, manajemen, ilmu komputer, matematika, hukum, hingga pekerjaan administrasi kantor. Namun, dalam praktiknya, penggunaan AI di dunia kerja masih jauh lebih kecil dibandingkan kemampuan teknologinya.
Penelitian tersebut menggunakan data penggunaan dari model AI Claude AI, yang dikembangkan oleh Anthropic, untuk mengukur bagaimana teknologi tersebut digunakan dalam aktivitas profesional.
Pekerja Berpendidikan Tinggi Paling Terancam
Melansir dari Fortune, Jumat, 13 Maret 2026, salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah, kelompok pekerja yang paling berisiko bukanlah pekerja manual, melainkan pekerja profesional dengan pendidikan tinggi.
Para peneliti menemukan bahwa kelompok pekerjaan yang paling terpapar AI memiliki karakteristik berbeda dari yang sering dibayangkan banyak orang. Kelompok ini 16 persen lebih mungkin merupakan perempuan, memiliki pendapatan rata-rata 47 persen lebih tinggi, serta hampir empat kali lebih mungkin memiliki gelar pascasarjana dibanding kelompok pekerjaan yang paling sedikit terpapar AI.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Profesi seperti pengacara, analis keuangan, dan pengembang perangkat lunak termasuk di antara pekerjaan yang memiliki tingkat paparan AI tertinggi. Sementara itu, pekerjaan seperti programmer komputer, petugas layanan pelanggan, dan operator entri data juga dinilai sangat rentan terhadap otomatisasi AI.
Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan kehadiran fisik seperti koki, mekanik, bartender, dan pencuci piring justru hampir tidak terpengaruh oleh teknologi AI saat ini.
Halaman Selanjutnya
Penelitian tersebut juga menemukan adanya kesenjangan besar antara kemampuan AI secara teori dan penggunaannya dalam praktik. Sebagai contoh, dalam bidang komputer dan matematika, model bahasa besar seperti AI secara teori mampu menangani 94 persen tugas pekerjaan. Namun berdasarkan penggunaan nyata dalam lingkungan profesional, AI saat ini baru menjalankan sekitar 33 persen dari tugas tersebut.

2 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
