Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi sejumlah anggapan yang menyebut bahwa pemerintah bakal melakukan pelebaran defisit APBN 2026 hingga melampaui 3 persen, atau melebihi aturan yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Dia mengaku masih belum tahu mengenai hal tersebut, dan hanya membuka kemungkinan bahwa wacana itu masih dalam kajian pemerintah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya belum tahu, masih dipikirin kali ya," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Dia menegaskan bahwa pemerintah masih akan terus memantau dinamika harga minyak dunia, dan menghitung dampaknya terhadap APBN. Apabila nantinya pelebaran defisit melebihi angka 3 persen memang menjadi opsi yang bakal diambil, Purbaya memastikan bahwa pemerintah juga akan menghitung dampak kelanjutan dari kebijakan tersebut.
"Kita selalu hitung dampak kenaikan harga minyak dunia ke APBN kita. Sehingga kalau nanti memerlukan satu keputusan, kita hitung dampaknya," ujarnya.
Purbaya mengakui bahwa pemerintah tidak bisa semudah itu melebarkan defisit APBN hingga melampaui 3 persen. Sebab, hal itu tentunya juga akan berdampak buruk bagi penilaian terhadap Indonesia.
Utamanya antara lain yakni dari para lembaga pemeringkat internasional, yang berkemungkinan bakal memberikan peringkat negatif bagi perekonomian nasional setelah defisit diperlebar.
"Pertimbangannya, apakah kalau menembus (defisit di atas 3 persen) lembaga rating akan mengganggu kita, atau memberi penilaian negatif," kata Purbaya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meskipun di sisi lain, Purbaya mengakui bahwa sebenarnya saat ini sudah banyak negara lain yang defisitnya telah menembus di atas 3 persen.
"Sebenarnya, kalau secara fair, kan sekeliling kita sudah sedikit yang (defisitnya) di bawah 3 persen, hampir enggak ada malah. Jadi kalau dari angka itu saja harusnya enggak ada masalah," ujarnya.
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus US$100 per Barel Usai Mojtaba Khamenei Perintahkan Tutup Selat Hormuz
Harga minyak dunia kembali menembus level US$100 untuk kedua kali sepanjang tahun 2026. Pidato Mojtaba Khamenei untuk tutup Selat Hormuz menjadi sentimen utama.
VIVA.co.id
13 Maret 2026

4 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
