Raksasa Otomotif Pangkas 50.000 Pekerja hingga 2030, Ada Apa?

3 hours ago 1

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:30 WIB

Jakarta, VIVA – Industri otomotif global sedang memasuki fase transformasi besar. Peralihan menuju kendaraan listrik, digitalisasi produksi, hingga meningkatnya kompetisi global membuat banyak produsen mobil melakukan restrukturisasi bisnis secara besar-besaran. 

Salah satu dampaknya adalah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mulai terjadi di berbagai perusahaan otomotif dunia. Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen, menjadi salah satu perusahaan yang kini mengambil langkah efisiensi besar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan tersebut mengumumkan rencana pengurangan puluhan ribu pekerja di Jerman dalam beberapa tahun ke depan, sebagai bagian dari strategi menekan biaya operasional dan beradaptasi dengan perubahan pasar otomotif global. 

Volkswagen, berencana memangkas sekitar 50.000 pekerjaan di Jerman hingga tahun 2030. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan rencana sebelumnya yang hanya menargetkan pengurangan sekitar 35.000 pekerja yang telah disepakati dengan serikat pekerja pada akhir 2024.

Langkah drastis ini diambil setelah kinerja keuangan perusahaan melemah. Pada 2025, laba bersih Volkswagen tercatat 6,9 miliar euro, atau sekitar Rp116,61 triliun dengan asumsi kurs Rp16.900 per euro. Angka tersebut turun 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi hasil terburuk perusahaan sejak skandal mesin diesel pada 2015.

CEO Volkswagen Oliver Blume mengatakan, perusahaan memperluas program penghematan biaya untuk menjaga daya saing bisnis di masa depan. “Secara total, sekitar 50.000 pekerjaan akan dipangkas dalam Volkswagen Group di Jerman hingga 2030,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari Vreme, Jumat, 13 Maret 2026.

"Sebagai hasil dari perjanjian kolektif dan langkah-langkah untuk mengurangi jumlah karyawan, kami berhasil mencapai penghematan sekitar satu miliar euro pada tahun fiskal 2025, sesuai rencana. Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kami, yaitu penghematan biaya bersih tahunan lebih dari enam miliar euro di tingkat grup pada 2030,” katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang tahun fiskal 2025, perusahaan berhasil menghemat sekitar 1 miliar euro atau setara Rp16,9 triliun dari berbagai langkah efisiensi. Volkswagen menargetkan penghematan biaya bersih tahunan lebih dari 6 miliar euro, atau sekitar Rp101,4 triliun, di tingkat grup pada tahun 2030.

Program efisiensi ini juga akan diterapkan di beberapa anak perusahaan utama Volkswagen. Produsen mobil premium Audi dan Porsche, serta unit pengembangan perangkat lunak CARIAD, disebut akan menjalankan langkah pengurangan biaya sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan industri otomotif global.

Halaman Selanjutnya

Direktur keuangan Volkswagen Arno Antlitz menilai kondisi industri saat ini semakin menantang. Menurutnya, perusahaan menghadapi tekanan dari berbagai faktor eksternal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |