Kapolda Sumsel: Operasi Ketupat Bentuk Kehadiran Negara Pastikan Pemudik Selamat dan Keluarga Lebaran dengan Senang

6 hours ago 1

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:55 WIB

Palembang, VIVA – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho memastikan pelayanan maksimal bagi para pemudik selama arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, yang resmi dimulai dalam Apel Gelar Pasukan di Halaman Griya Agung Palembang, Kamis 12 Maret 2026.

Apel gelar pasukan tersebut menjadi penanda kesiapan jajaran Polda Sumsel bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait dalam memberikan pengamanan sekaligus pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekitar 1.000 personel gabungan mengikuti apel tersebut sebagai representasi kesiapan lintas sektor dalam mendukung kelancaran operasi.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Polda Sumsel dan Polres/Polrestabes jajaran melibatkan total 2.361 personel. Ribuan personel tersebut akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik, beribadah, dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan lancar.

Apel gelar pasukan dipimpin oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang membacakan amanat Kapolri di hadapan seluruh peserta apel.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Kapolda Sumsel bersama Gubernur Sumsel melakukan penyematan pita Operasi Ketupat Musi 2026 kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya operasi pengamanan Lebaran secara resmi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumsel Brigjen Rony Samtana, para pejabat utama Polda Sumsel, unsur pimpinan TNI, pejabat daerah, serta jajaran Forkopimda Sumsel. Kehadiran seluruh unsur tersebut menegaskan kuatnya sinergi antarinstansi dalam menghadirkan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat selama periode Lebaran.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Gubernur Sumsel, ditegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta soliditas koordinasi lintas sektoral sebelum operasi dilaksanakan. Kesiapan itu dinilai sangat penting mengingat mobilitas masyarakat pada masa Lebaran diperkirakan meningkat signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang secara nasional. Besarnya angka mobilitas tersebut menuntut kesiapan pengamanan dan pelayanan yang optimal, termasuk di wilayah Sumatera Selatan yang menjadi salah satu daerah lintasan penting arus mudik.

Untuk mendukung pelaksanaan operasi di wilayah Sumsel, Polda Sumsel menyiapkan 73 pos yang terdiri dari 40 Pos Pengamanan, 26 Pos Pelayanan, dan 7 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di jalur mudik utama, pusat keramaian, objek vital, tempat ibadah, serta titik-titik yang diprediksi mengalami kepadatan arus lalu lintas.

Halaman Selanjutnya

Selain menghadirkan pos pengamanan dan pelayanan, Polda Sumsel juga menyiapkan berbagai strategi guna mengantisipasi potensi gangguan selama arus mudik dan arus balik. Langkah tersebut meliputi rekayasa lalu lintas, pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem satu arah, contraflow, hingga kebijakan ganjil-genap di ruas jalan tertentu sesuai situasi dan kebutuhan di lapangan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |