Jakarta, VIVA – Kecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, menjadi salah satu peristiwa yang menyita perhatian publik. Insiden tragis tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan penumpang mengalami luka-luka.
Hingga Selasa pagi, 28 April 2026, jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai 14 orang. Sementara itu, 84 orang lainnya mengalami luka akibat benturan keras saat tabrakan terjadi. Scroll untuk info lebih lanjut...
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan dampak fisik bagi korban yang selamat, tetapi juga dapat memunculkan luka psikologis yang bertahan lama. Bahkan, bukan hanya penumpang yang mengalami langsung kecelakaan, saksi mata yang melihat detik-detik tabrakan, maupun keluarga korban juga berisiko mengalami trauma mental serius.
Dalam banyak kasus kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kereta, gangguan psikologis seperti syok berat, kecemasan berlebih, hingga Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) sering muncul setelah kejadian. Kondisi ini kerap tidak terlihat secara kasat mata, namun dampaknya bisa mengganggu kehidupan sehari-hari dalam jangka panjang.
Menurut sejumlah penelitian, trauma akibat kecelakaan transportasi merupakan salah satu pemicu utama gangguan stres pascatrauma. Bahkan, hanya menyaksikan kejadian mengerikan secara langsung, sudah cukup untuk menimbulkan tekanan mental yang berat.
Berikut efek psikologis yang dapat muncul setelah mengalami atau menyaksikan kecelakaan seperti insiden KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, sebagaimana dirangkum dari Science Direct, Selasa, 28 April 2026.
Efek Psikologis Setelah Mengalami atau Melihat Kecelakaan
1. Syok dan stres akut
Reaksi pertama yang paling umum muncul setelah kecelakaan adalah syok psikologis. Seseorang bisa merasa linglung, gemetar, sulit berpikir jernih, bahkan seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Kondisi ini merupakan respons alami otak terhadap situasi yang dianggap sangat mengancam. Pada fase awal, sebagian orang juga mengalami serangan panik, menangis tanpa henti, atau justru diam total karena tubuh masih berusaha memproses trauma.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
2. Takut naik kendaraan atau bepergian
Korban selamat maupun saksi kecelakaan sering mengalami ketakutan berlebihan saat harus kembali menggunakan transportasi umum atau berkendara sendiri. Mereka bisa merasa cemas hanya karena mendengar suara rem mendadak, klakson keras, atau melihat lokasi kecelakaan serupa.
Halaman Selanjutnya
Saksi kecelakaan lalu lintas juga dapat mengalami trauma mendalam karena kejadian tersebut terasa mendadak, mengancam, dan sulit diterima secara emosional.

3 days ago
2



























