Kemhan Blak-blakan Tampik Terlibat Impor 105 Ribu Pikap India, Begini Penjelasannya

9 hours ago 1

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:10 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan satu-satunya kaitan Kemhan dengan pikap Mahindra Scorpio dari India hanyalah dalam bentuk hibah.

Hibah tersebut diberikan pada Desember 2025, dalam rangka membantu penanggulangan bencana alam di wilayah Sumatra. Saat itu, empat unit mobil Mahindra Scorpio diserahkan kepada Kemhan untuk kemudian diteruskan ke daerah terdampak di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

”Jadi, empat mobil (Mahindra Scorpio) ini setelah diterimakan dari Agrinas melalui Mahindra, diterima oleh sekjen (Kemhan), kemudian diberikan kepada satuan-satuan yang sedang melakukan penanggulangan bencana di wilayah Sumatera,” kata dia dikutip Jumat, 27 Februari 2026.

Menurut Rico, keempat kendaraan tersebut langsung dimanfaatkan prajurit TNI untuk mendukung distribusi logistik, obat-obatan, serta mobilisasi personel di lokasi bencana. Ia juga menegaskan, hibah itu hanya terjadi satu kali dan seluruh unit sudah disalurkan.

Di luar itu, Kemhan menegaskan tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam proses pengadaan 105 ribu unit mobil pikap India yang kini menjadi perbincangan tersebut. Dengan penegasan ini, publik diharap tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang tak akurat.

”Jadi, tidak benar, sekali lagi, tidak benar bahwa (pengadaan) itu bagian daripada Kemhan, itu tidak ada. Nanti akan ada klarifikasi juga dari Dirut Agrinas menyampaikan bahwa pada waktu itu, itu adalah proses hibah yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan untuk diteruskan kepada daerah bencana,” kata Rico.

Sebelumnya, kabar mengenai langkah impor oleh Agrinas diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), dalam laman perusahaan mereka pada 4 Februari 2026. M&M mengumumkan akan menyuplai 35 ribu unit pikap Scorpio.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 20 Februari 2026, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota kepada media di tanah air mengonfirmasi impor 105 ribu mobil dari perusahaan India tersebut.‎

Ratusan ribu kendaraan tersebut terdiri atas 35.000 unit mobil pikap ukuran 4x4 dari M&M, kemudian 35.000 unit pikap 4x4 dan 35 ribu unit truk roda enam dari Tata Motors.

Halaman Selanjutnya

Kendati demikian, Joao menegaskan siap taat pada keputusan pemerintah dan DPR terkait impor mobil pikap asal India serta siap bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari kebijakan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |