Kepala Basarnas Libatkan Personel Khusus untuk Selamatkan Korban Terhimpit

3 days ago 2

Selasa, 28 April 2026 - 08:20 WIB

VIVA –Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberikan update terkini terkait dengan proses evakuasi kecelakaan kereta commuter line dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Dijelaskan Mohammad Syafii, butuh penanganan khusus untuk melakukan evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Mengingat dampak tabrakan kereta tersebut menyebabkan menyatunya kereta lokomotif KA Argo Bromo dengan gerbong kereta commuter line.

“Kecelakaan ini membutuhkan penanganan khusus dimana impact yang terjadi dari kereta Argo Bromo dan Kereta Commuter ini menimbulkan dampak menyatunya dari lokomotif dengan satu gerbong commuter,” kata dia dikutip dari saluran YouTube Kompastv, Selasa 28 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Syafii juga menjelaskan dalam proses evakuasi pihaknya melibatkan personel khusus. Sebab hingga saat ini masih ada korban yang masih hidup terhimpit dan diupayakan agar korban tersebut bisa dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Kami harus melakukan penangana khsusu, melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi secara teliti dan terukur karena memang ada beberapa korban yang sampai saat ini dan kita harapkan bisa evakuasi dalam kondisi hidup tapi kondisinya masih dalam jepitan material dari kereta tersebut,” kata dia lebih lanjut.

Syafii menyebut petugas yang melakukan operasi penyelamatan korban tidak akan pernah berhenti melakukan proses evakuasi.

“Karena ini bahwa operasi yang kita lakukan kira-kira 30 menit setelah kejadian sampai sekarang kita lakukan nonstop tidak ada henti dan kita akan menggunakan shift-shiftan sehingga personel yang melakukan tindakan khusus tersebut tidak pernah terjeda dan saat ini masih berlangsung,” kata dia.

Korban Meninggal Tercatat 7 Orang

Hingga Selasa pagi hari ini,  Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut korban meninggal akibat kecelakaan kereta api dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur tercatat ada 7 orang. Sementara itu 81 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah dirawat di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya mengupdate jumlah korban kecelakaan kereta yang tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang. Luka-luka dan dirawat sebanyak 81 orang,” kata Dirut KAI, Bobby Rasyidin.

Sementara itu kata Bobby masih ada tiga orang yang terperangkap di dalam kereta yang masih belum dievakuasi. Dia juga menyebut bahwa evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian.

Halaman Selanjutnya

“Ada masih terperangkap itu tiga orang, yang terperangkap di dalam kereta. Evakuasi ini terus terang cukup lama selama delapan jam dan kita lakukan hati-hati sekali sangat hati-hati sekali,” sambung dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |