Kesaksian Penumpang Selamat Ungkap Detik-detik Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

3 days ago 2

Selasa, 28 April 2026 - 08:25 WIB

Bekasi, VIVA – Insiden tabrakan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, masih menyisakan duka mendalam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.53 WIB itu membuat banyak penumpang mengalami trauma dan ketakutan.

Di tengah situasi mencekam tersebut, kesaksian dari penumpang selamat menjadi sumber penting untuk memahami bagaimana kecelakaan maut itu terjadi. Salah satu penumpang bernama Munir menceritakan detik-detik yang ia alami saat insiden berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Munir, kejadian bermula ketika kereta Commuter Line yang ia tumpangi berhenti di jalur 1 stasiun. Kereta tersebut sedang dalam perjalanan dari arah Jakarta menuju Cikarang.

Munir menjelaskan bahwa sebelum tabrakan besar terjadi, terdapat peristiwa lain yang menjadi pemicu awal. Kereta yang ia tumpangi mendadak berhenti akibat gangguan di jalur.

"Commuter Line yang berhenti lantaran Commuter Line yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," katanya di lokasi, Senin petang.

Kondisi berhentinya kereta tersebut ternyata menjadi faktor penting yang membuat situasi semakin berbahaya. Penumpang di dalam gerbong saat itu tidak menyangka bahwa beberapa saat kemudian akan terjadi benturan besar dari arah belakang.

Tak lama setelah kereta berhenti, Munir mengaku mendengar suara keras yang mengejutkan seluruh penumpang. Ia menyebut kereta jarak jauh yang datang dari belakang langsung menabrak bagian akhir Commuter Line.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang Commuter Line," ujarnya.

Benturan tersebut sangat kuat hingga menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang. Banyak penumpang yang berada di bagian tersebut terjepit dan kesulitan keluar dari dalam kereta.

Munir sendiri berada di gerbong keempat dari belakang, yang membuatnya memiliki kesempatan lebih cepat untuk menyelamatkan diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat kecelakaan terjadi, kepanikan langsung menyelimuti suasana di dalam kereta. Penumpang berusaha mencari jalan keluar secepat mungkin untuk menghindari risiko lebih besar.

Munir mengungkapkan bahwa banyak penumpang di gerbong belakang mengalami kondisi paling parah akibat benturan langsung dari lokomotif.

Halaman Selanjutnya

"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," kata dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |