Keseriusan Kapolri Berantas Premanisme Dinilai Tingkatkan Kualitas Keamanan Signifikan

5 hours ago 1

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Jakarta, VIVA – Guru Besar Universitas Padjadjaran, Bandung, Prof. Romli Atmasasmita menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas pungli hingga premanisme tepat. Sebab, masyarakat telah dibuat resah oleh tindakan premanisme maupun pungli.

"Premanisme bukan hanya meresahkan para pengusaha, melainkan juga merusak supremasi hukum. Itu sudah terjadi sejak dulu. Entah preman yang bergerombol tanpa nama, atau itu preman yang berbaju ormas. Kehadiran mereka melemahkan kepastian hukum. Bagus kalau Polri berkomitmen untuk memberantas premanisme. Kita masyarakat, pasti dukung dan apresiasi," ujar Prof. Romli di Jakarta, Senin, 14 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut mantan Dirjen Kementerian Hukum dan HAM tersebut, keberadaan premanisme di kawasan industri tidak hanya merugikan pengusaha secara finansial, tetapi juga menciptakan preseden buruk bagi kepastian hukum di Indonesia. 

Investor asing yang mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan investasi kerap menjadikan kondisi keamanan dan penegakan hukum sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan mereka. 

Ia menilai, tanpa jaminan keamanan yang nyata, potensi investasi yang masuk ke Indonesia dapat terhambat secara signifikan.
Tentu saja masyarakat, pekerja, dan kalangan pengusaha berharap komitmen yang disampaikan Kapolri dalam forum konsolidasi ini tidak berhenti hanya pada tataran pernyataan. 

"Implementasi nyata berupa respons cepat terhadap laporan, penindakan tegas terhadap pelaku pungli dan premanisme, serta pengawasan berkelanjutan di kawasan industri menjadi ukuran keberhasilan yang paling konkret. Namun, dukungan publik dan apresiasi luas dari berbagai pihak juga menjadi modal sosial penting bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keamanan industri nasional," kata Prof. Romli.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan sinyal tegas kepada pelaku premanisme dan pungutan liar (pungli) yang masih beraksi di kawasan industri.

Sigit meminta para pengusaha maupun perusahaan tidak ragu melaporkan jika menemukan aksi yang mengganggu aktivitas usaha. Polri memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di kawasan MM2100, Bekasi.

Menurut Sigit, persoalan keamanan tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan kawasan industri. Lingkungan usaha yang aman menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.

Halaman Selanjutnya

“Salah satunya adalah bagaimana kemudian permasalahan-permasalahan industrial bisa diselesaikan dengan baik, dan kemudian bagaimana agar suasana di kawasan industri itu harus betul-betul terjaga,” kata Sigit, Jumat, 11 September 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |