Jakarta, VIVA – Kecelakaan tragis yang melibatkan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL lintas Cikarang pada Senin malam, 27 April, menyisakan duka mendalam serta puluhan korban dengan beragam kondisi luka. Hingga Selasa pagi 28 April 2026 pukul 08.45 WIB, jumlah korban tercatat mencapai 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Salah satu fasilitas kesehatan yang menangani korban, yakni RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid (CAM) Kota Bekasi, menerima total 54 pasien sejak malam kejadian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 orang telah diperbolehkan pulang karena kondisi mereka dinilai cukup stabil untuk menjalani rawat jalan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Utama RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, mengungkapkan bahwa korban yang dirawat mengalami berbagai jenis luka, dengan dominasi cedera ringan hingga sedang. Luka memar menjadi jenis cedera yang paling banyak ditemukan di antara korban.
"Jenisnya macam-macam. Ada beberapa fraktur dan sudah direncanakan untuk operasi tapi menunggu untuk pemeriksaan-pemeriksaan spesialis lainnya," jelas Direktur Utama RSUD Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, dalam pernyataannya.
Selain kasus patah tulang (fraktur) yang memerlukan tindakan lanjutan, sebagian besar korban mengalami luka memar yang tersebar di beberapa bagian tubuh. Cedera tersebut umumnya ditemukan di area paha, kaki, hingga wajah.
"Kemudian, ada beberapa yang luka memar dan alhamdulillah tidak ada yang di kami, yang dirawat dengan tidak sadar," sambungnya.
"(Memarnya) Rata, ada yang di bagian paha, ada bagian kaki, ada bagian muka," katanya.
Pihak rumah sakit juga memastikan bahwa tidak ada pasien yang dirawat dalam kondisi tidak sadar, yang menunjukkan bahwa mayoritas korban berada dalam kondisi relatif stabil meskipun tetap membutuhkan pemantauan medis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk korban dengan kondisi lebih serius, rumah sakit telah menempatkan mereka di ruang perawatan khusus guna menjalani observasi intensif dan persiapan tindakan operasi. Tercatat sekitar 17 pasien menjalani rawat inap, termasuk yang akan menjalani operasi maupun observasi lanjutan di ruang Bougenville.
Dalam upaya mempercepat penanganan dan memberikan kepastian informasi kepada keluarga korban, pihak rumah sakit juga mendirikan posko terpadu yang bekerja sama dengan pihak kepolisian. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi bagi keluarga yang ingin mengetahui kondisi maupun keberadaan korban.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga diperkuat dengan pembentukan tim respons cepat guna memastikan penanganan pasien berjalan optimal.

2 hours ago
1



























