MBG Jadi Sorotan Fitch, Airlangga: Itu Program Investasi Jangka Panjang

6 days ago 4

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:14 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, merespons sorotan yang diberikan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fitch menilai, peningkatan belanja sosial termasuk MBG bisa menambah tekanan terhadap ruang fiskal pemerintah, sehingga mereka pun memasukkannya menjadi salah satu catatan revisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Airlangga pun menanggapi dengan mengatakan bahwa Program MBG merupakan program investasi jangka panjang, yang dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Indonesia.

"Itu (MBG) adalah sebuah investasi, dan banyak negara melakukan itu. Bahkan Amerika pun melakukan itu," kata Airlangga di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia pun merujuk pada sejumlah studi dari Bank Dunia maupun Rockefeller Foundation, yang menunjukkan bahwa setiap satu dolar investasi dalam program MBG berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi hingga tujuh dolar.

Program tersebut juga telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.

"Sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporannya, Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Tekanan terhadap anggaran antara lain dipicu oleh peningkatan belanja pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis yang diperkirakan mencapai sekitar 1,3 persen dari PDB.

Meski outlook diturunkan, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB atau masih dalam kategori layak investasi. Lembaga tersebut menilai stabilitas makroekonomi Indonesia masih relatif terjaga, dengan rasio utang pemerintah yang moderat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Airlangga: Konflik Timur Tengah Pengaruhi Outlook Negatif Fitch ke Indonesia

Airlangga mengatakan, geopolitik Timur Tengah jadi salah satu faktor dari keputusan Fitch Ratings, yang merevisi outlook (prospek) peringkat utang Indonesia jadi negatif.

img_title

VIVA.co.id

5 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |