Membangun Fondasi Cinta Bulutangkis Sejak Usia Dini

6 hours ago 3

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:52 WIB

VIVA – Upaya menanamkan kecintaan terhadap bulu tangkis sejak usia dini terus digalakkan lewat MilkLife Festival SenengMinton 2026. Ajang yang digelar di GOR Satria Purwokerto, Kamis 30 April 2026, ini diikuti 480 siswa SD kelas 1–3 dari 16 sekolah.

Kegiatan garapan Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan Pengprov PBSI Jawa Tengah ini menjadi pembuka rangkaian festival yang juga akan menyambangi Magelang, Solo, Semarang, dan Kudus hingga November mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari upaya membangun fondasi olahraga sejak dini. Konsep permainan yang dibuat santai dan interaktif diharapkan bisa menumbuhkan rasa senang anak-anak terhadap bulu tangkis.

"Melalui MilkLife Festival SenengMinton 2026 kami ingin memberikan pengalaman yang menggembirakan sekaligus memotivasi siswa untuk menekuni bulutangkis. Kami percaya atlet yang hebat dan berprestasi berawal dari rasa senang saat melakoni suatu olahraga. Dengan demikian diharapkan Indonesia akan memiliki generasi penerus atlet badminton yang kompetitif dan membanggakan bangsa," ujar Yoppy.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika. Ia melihat antusiasme peserta menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem bulu tangkis dari level dasar.

“Dimulai dari kota seperti Purwokerto, kami melihat adanya perluasan jangkauan pembinaan ke daerah-daerah yang sebelumnya belum tersentuh secara optimal. Konsistensi ini penting karena pengenalan olahraga sejak usia dini tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kesinambungan agar minat dapat tumbuh menjadi bakat, dan bakat berkembang menjadi prestasi. Dari sini, ekosistem pembinaan menjadi lebih terstruktur, mulai dari pengenalan, pembinaan dasar, hingga ke jenjang kompetitif,” ucap Yuni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ke depan, PBSI Jawa Tengah juga menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pemetaan potensi atlet usia dini hingga penguatan klub dan pelatih di daerah.

“Ini mencakup pemetaan potensi atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih di daerah, serta penguatan klub-klub sebagai wadah pembinaan. Selain itu, kami juga akan mendorong lebih banyak kompetisi berjenjang agar peserta yang sudah tertarik memiliki ruang untuk berkembang dan mengukur kemampuan. Kolaborasi dengan sekolah dan klub-klub setempat juga akan terus ditingkatkan agar pembinaan bisa berjalan berkesinambungan,” jelas Yuni.

Halaman Selanjutnya

Dukungan juga datang dari kalangan guru. Ketua KKG PJOK Kabupaten Banyumas, Pujiono, menilai pendekatan yang menyenangkan seperti ini efektif untuk mendorong regenerasi atlet.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |