Meteor Setara 300 Ton TNT Meledak di Langit Amerika

1 week ago 3

Senin, 1 Juni 2026 - 15:30 WIB

Boston, VIVA – Warga di sejumlah wilayah Amerika Serikat bagian timur laut dibuat terkejut oleh suara dentuman keras yang terdengar tiba-tiba pada Sabtu sore waktu setempat. Sebagian bahkan mengira terjadi ledakan besar atau gempa karena getarannya terasa hingga ke dalam rumah.

Belakangan diketahui sumber suara tersebut bukan berasal dari aktivitas manusia, melainkan sebuah meteor yang meledak di atmosfer Bumi saat melintas di atas wilayah Massachusetts dan New Hampshire.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa planet Bumi setiap hari terus dibombardir material dari luar angkasa. Sebagian besar memang berukuran sangat kecil dan habis terbakar di atmosfer, namun sesekali ada benda langit yang cukup besar untuk menciptakan fenomena spektakuler.

Dalam kejadian terbaru ini, meteor melaju dengan kecepatan luar biasa, lebih dari 120 ribu kilometer per jam sebelum akhirnya pecah di ketinggian sekitar 64 kilometer dari permukaan Bumi.

Ketika meteor tersebut hancur, energi yang dilepaskan sangat besar. Para ilmuwan memperkirakan kekuatannya setara dengan ledakan sekitar 300 ton TNT.

Meski terdengar mengkhawatirkan, ledakan meteor di atmosfer sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan alami Bumi. Atmosfer bertindak seperti perisai raksasa yang menghancurkan sebagian besar benda langit sebelum mencapai permukaan.

Fenomena yang terlihat sebagai bola api terang atau fireball terjadi ketika meteor memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi. Gesekan ekstrem dengan molekul udara menyebabkan suhu meningkat drastis hingga materialnya berpijar dan mulai hancur.

Dalam kasus tertentu, tekanan udara yang sangat besar membuat meteor pecah secara tiba-tiba dan menghasilkan gelombang kejut. Gelombang inilah yang kemudian terdengar sebagai dentuman keras di daratan.

Laporan dari warga menyebut suara ledakan tersebut terdengar di berbagai lokasi. Sejumlah pengguna media sosial mengaku rumah mereka sempat bergetar akibat gelombang kejut yang ditimbulkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, meteor tersebut tidak terkait dengan hujan meteor yang sedang aktif. Artinya, benda langit itu datang secara independen dan bukan bagian dari fenomena astronomi yang rutin terjadi setiap tahun.

Peristiwa seperti ini sebenarnya cukup jarang disaksikan langsung oleh banyak orang. Sebagian besar meteor yang masuk ke atmosfer berukuran kecil dan hanya menghasilkan kilatan cahaya singkat yang nyaris tidak terlihat.

Halaman Selanjutnya

Namun ketika ukuran benda lebih besar, dampaknya bisa terasa hingga ratusan kilometer dari lokasi ledakan di atmosfer.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |