Jakarta, VIVA – Kasus penipuan bermodus love scamming kembali terbongkar. Kali ini, korbannya adalah pria berinisial YW yang harus menelan pil pahit setelah uang ratusan juta rupiahnya raib dibawa kabur sindikat penipu.
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap aksi para pelaku yang menjalankan tipu daya melalui media sosial dan situs palsu yang dikemas menyerupai platform e-Commerce asal China.
"Modus operandi love scamming, bisnis pekerjaan online," kata Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Reonald Simanjuntak, kepada wartawan, Jumat, 4 Juli 2025.
Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menjelaskan, kasus bermula saat korban berkenalan dengan pelaku lewat Instagram pada Mei 2025. Untuk meyakinkan korban, para pelaku mencatut foto seorang selebgram asal Malaysia.
Ratusan WNA China pelaku love scamming dideportasi ke negaranya
"Kemudian setelah berkenalan dan berteman di Instagram, terlapor mengajak chat melalui WhatsApp," kata Fian.
Percakapan keduanya semakin intens hingga pelaku mulai merayu korban untuk ikut berbisnis online paruh waktu. Pelaku pun mengarahkan korban untuk menyetorkan uang ke situs palsu bernama Banggood, yang diklaim sebagai e-Commerce dari China.
"Terlapor menjanjikan komisi atau keuntungan sebesar 10 persen dari jumlah modal yang disetorkan," ujar dia.
Awalnya, korban tergiur karena benar-benar menerima komisi dan modal awalnya kembali. Namun, justru itulah jebakan yang membuat korban makin yakin dan menyetor uang dalam jumlah lebih besar.
"Korban mentransfer uang modal yang lebih besar secara bertahap hingga mencapai total Rp423.233.000," tutur Fian.
Setelah itu, janji manis pelaku mulai tak terbukti. Uang tak kunjung kembali, dan pelaku terus bersilat lidah hingga akhirnya korban sadar telah ditipu. Ia pun melapor ke Polda Metro Jaya.
Tim Siber langsung bergerak cepat. Polisi menangkap tiga orang pelaku, yakni ORM (35), R (29), dan APB (24). Sementara satu pelaku lainnya berinisial A (29) masih dalam pengejaran.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran pekerjaan atau investasi dari orang asing yang dikenal secara daring, terlebih jika disertai dengan ajakan yang terlalu muluk.
Halaman Selanjutnya
"Terlapor menjanjikan komisi atau keuntungan sebesar 10 persen dari jumlah modal yang disetorkan," ujar dia.