Jakarta, VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang digoyang di dalam negeri. Hal itu terjadi menjelang pemilihan umum (pemilu) yang diperkirakan akan berlangsung Oktober 2026. Satu tokoh yang getol menjatuhkannya adalah Naftali Bennett. Siapa dia?
Bennett pernah menjadi perdana menteri menggantikan Benjamin Netanyahu pada 2021. Sebelum terjun ke dunia politik pada 2013, ia adalah mantan personel pasukan khusus dan pengusaha teknologi canggih (hi-tech).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Naftali Bennett sudah jago teknologi sejak berdinas di salah satu pasukan khusus Israel bernama Sayeret Maglan. Berdasarkan data yang diolah VIVA, Maglan adalah unit yang berdiri pada Juni 1986 yang memiliki spesialisasi beroperasi senyap jauh di belakang garis musuh menggunakan teknologi dan persenjataan canggih.
Unit 212 atau Ibis, julukan Maglan, memang didirikan untuk ahli dalam perang antitank menggunakan senjata canggih. Sayeret Maglan merupakan bagian dari Brigade Komando Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Sayeret Maglan juga memiliki divisi pengembangan senjata tingkat lanjut yang misinya adalah menemukan teknologi yang solutif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan operasional dan kegiatan unit yang bersifat rahasia.
Selain jago teknologi, personel Maglan juga harus menguasai navigasi, kamuflase, pengamatan, peperangan dan perangkat operasional khusus. Bennett, jebolan Sarjana hukum dari Universitas Ibrani Yerusalem, merasakan Perang Lebanon pada 2006, di mana ia bertugas di Sayeret Maglan dengan misi utamanya menghancurkan Hezbollah.
Ada alasan mengapa Maglan dinamai Unit Ibis. "Burung ini sangat langka di Israel. Tapi Ibis mudah membaur. Artinya, burung ini berhasil menyesuaikan diri dengan kehidupan di mana pun mereka tinggal," ungkapnya.
Perdana Menteri Israel Yair Lapid (kanan) bersama eks PM Israel Naftali Bennett
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Naftali Bennett juga seorang jutawan teknologi. Pada 1999, ia mendirikan startup atau perusahaan rintisan (startup) bernama Cyota, yang bergerak di sektor perangkat lunak anti-penipuan di New York, Amerika Serikat (AS). Enam tahun kemudian, Cyota dijual ke ke RSA Security yang berbasis di AS seharga US$145 juta.
Usai menjual startup, pria yang selalu mengenakan kippa ini direkrut Soluto, perusahaan teknologi yang menyediakan layanan berbasis awan (cloud) yang memungkinkan dukungan jarak jauh untuk komputer pribadi dan perangkat seluler pada 2009.
Halaman Selanjutnya
Namun, keberadaan Bennett di Soluto hanya empat tahun. Karena, pada 12 November 2013, Soluto diakuisisi oleh Asurion asal AS seharga US$130 juta. Pada Juni 2021, Forbes Israel melaporkan kalau Naftali Bennett berinvestasi sebesar US$5 juta ke perusahaan fintech AS, Payoneer.

3 days ago
2



























