Ngeri! Bos Microsoft Ramal AI Bakal Gantikan Pekerja Kantoran Dalam Waktu Dekat

3 weeks ago 8

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:15 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin cepat dan kini mulai mengancam posisi pekerjaan profesional yang selama ini dianggap aman. Pekerjaan kantoran berbasis komputer seperti hukum, akuntansi, manajemen proyek, hingga pemasaran disebut berpotensi digantikan AI dalam waktu dekat.

CEO AI Microsoft, Mustafa Suleyman, menyatakan bahwa kemampuan AI sudah mendekati performa manusia dalam berbagai tugas profesional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya pikir kita akan mencapai performa setara manusia pada sebagian besar, jika bukan semua, tugas profesional,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari DeCrypt, Jumat, 13 Februari 2026. 

“Jadi pekerjaan white collar, di mana Anda duduk di depan komputer, baik sebagai pengacara, akuntan, manajer proyek, atau tenaga pemasaran, sebagian besar tugas tersebut akan sepenuhnya diautomatisasi oleh AI dalam 12 hingga 18 bulan ke depan,” bebernya. 

Jika prediksi tersebut terealisasi, maka dalam waktu kurang dari dua tahun, banyak tugas administratif dan kognitif bisa sepenuhnya dijalankan oleh sistem AI. 

Suleyman mencontohkan bidang rekayasa perangkat lunak sebagai bukti bahwa perubahan sudah berlangsung. Ia mengatakan bahwa para insinyur perangkat lunak Microsoft kini menggunakan AI untuk sebagian besar pekerjaan coding mereka.

“Sekarang hubungan kita dengan teknologi sudah berbeda, dan itu terjadi dalam enam bulan terakhir,” kata Suleyman.

Artinya, dalam waktu sangat singkat, AI telah beralih dari sekadar alat bantu menjadi bagian inti dari proses kerja. Menurutnya, peningkatan daya komputasi membuat model AI kini mampu melampaui kemampuan sebagian besar programmer. 

Kondisi ini menjadi dasar Microsoft melakukan investasi besar, termasuk ke pengembang ChatGPT, OpenAI. Pada Oktober lalu, Microsoft memperpanjang perjanjian hak kekayaan intelektual dengan OpenAI hingga 2032 dan mempertahankan kepemilikan saham senilai US$135 miliar atau setara Rp2.268 triliun (kurs Rp16.800 per dolar AS).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski telah berinvestasi sangat besar, Suleyman menegaskan pentingnya membangun teknologi sendiri. “Kita harus mengembangkan model fondasi kita sendiri, yang berada di garis terdepan dengan komputasi skala gigawatt dan didukung oleh beberapa tim pelatihan AI terbaik di dunia,” ujarnya. “Itulah misi kemandirian sejati kami.”

Lebih jauh, Suleyman membayangkan hadirnya “AGI tingkat profesional”, yakni kecerdasan buatan umum yang mampu menjalankan sebagian besar tugas kognitif manusia dalam dua tahun ke depan. Pandangan ini juga diamini sejumlah ekonom. Tobias Sytsma dari RAND Corporation sebelumnya menyebut bahwa pekerjaan yang paling rentan terdampak justru pekerjaan dengan pendidikan tinggi dan gaji besar.

Halaman Selanjutnya

“Pekerjaan yang paling terekspos adalah yang membutuhkan pendidikan tinggi, bergaji lebih tinggi, dan melibatkan tugas kognitif,” ujarnya. "Secara historis, paparan terhadap AI jenis ini berkorelasi dengan pengurangan lapangan kerja."

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |