Operasi SAR Kecelakaan Kereta Selesai, Kabasarnas: 100 Persen yang Kita Evakuasi Perempuan

3 days ago 2

Selasa, 28 April 2026 - 12:54 WIB

VIVA – Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan operasi SAR kecelakaan kereta api KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, telah selesai dilaksanakan. 

Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang korban mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Syafii mengatakan seluruh korban yang dievakuasi 100 persen adalah perempuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Alhamdulillah, saya dari basarnas, dibantu TNI-Polri dan seluruh potensi, kita telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam, terhitung tadi malam kita sama-sama berduka pukul 08.57 terjadi musibah kecelakaan yang terjadi antara dua kereta yaitu kereta Commuter dan Agro Anggrek," kata Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.

Syafii menerangkan seluruh korban telah berhasil dievakuasi, beberapa diantaranya dievakuasi dengan penanganan khusus melalui proses ekstrikasi atau mengeluarkan korban yang terjepit badan kereta dengan sangat hati-hati guna mencegah cedera yang lebih fatal.  

"Makanya sempat muncul pertanyaan kenapa lokomotif tidak ditarik bersamaan dengan gerbong, tadi kami sampaikan pada saat itu masih ada 5 korban terjepit dan harus kita laksanakan kegiatan ekstrikasi sehingga korban bisa kita selamatkan dalam kondisi tidak sampai berat lagi," ujar Syafii

Ia menegaskan tim SAR dan unsur potensi SAR telah menyelesaikan proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Operasi SAR telah selesai dilaksanakan Selasa pagi pukul 08.00 WIB. "Saya sampaikan bahwa saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan," tegasnya 

Proses Evakuasi

Sebelumnya, Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii menginstruksikan tim SAR untuk tidak menggeser gerbong kereta dalam proses evakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi guna menghindari risiko cedera yang lebih fatal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim penyelamat fokus menggunakan teknik cutting atau pemotongan dan lifting atau pengangkatan material untuk memisahkan badan korban dari jepitan logam.

"Kami tidak ingin ada pergerakan yang malah memperburuk kondisi mereka. Ekstrikasi dilakukan secara perlahan hingga badan korban terpisah dari material yang menghimpit," kata dia saat memantau langsung evakuasi di Stasiun Bekasi Timur

Halaman Selanjutnya

Menurut Syafii peristiwa tersebut merupakan duka yang mendalam. Tim SAR gabungan akan bekerja maksimal dan seefektif mungkin untuk keselamatan penumpang KRL. "Kejadian ini merupakan duka mendalam bagi kita semua. Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar proses evakuasi ini bisa segera tuntas dan seluruh korban dapat segera dikeluarkan dalam kondisi selamat," cetusnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |