Paviliun Indonesia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

1 day ago 3

Kamis, 30 April 2026 - 20:39 WIB

Jakarta, VIVA Kementerian Perdagangan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura terus mempromosikan produk Indonesia di pasar internasional, khususnya makanan dan minuman, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian perdagangan global.

Didukung oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), KBRI Singapura bersama Kemendag sukses mengikuti Pameran Food and Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapore Expo, Singapura, pada 21–24 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan mengatakan, di pameran ini Paviliun Indonesia mencatat jumlah peserta terbanyak sepanjang keikutsertaan Indonesia, dengan menampilkan 40 perusahaan produsen dan eksportir skala UMKM.

"Selama empat hari pameran, Paviliun Indonesia berhasil dikunjungi lebih dari 6.012 pengunjung dan membukukan 14 kontrak ekspor senilai US$3,17 juta atau sekitar Rp 54,5 miliar," kata Hotmangaradja dalam keterangannya, Kamis, 30 April 2026.

Suasana paviliun Indonesia dalam pameran furnitur di Kota Milan Italia

"Produk yang dimaksud seperti madu, bumbu organik, produk pertanian, serta aneka makanan dan minuman lainnya," ujarnya.

Selain kontrak tersebut, terdapat belasan potensi transaksi yang diperkirakan mencapai US$10,3 juta atau sekitar Rp 177 miliar, untuk produk mie instan sehat, snack organik, produk perikanan, produk susu, aneka rempah, serta produk makanan dan minuman lainnya.

Hotmangaradja menyampaikan, di tengah ketidakpastian perdagangan global, penting bagi pemerintah dan seluruh stakeholders perdagangan untuk hadir mendukung UMKM. Mulai dari pembinaan, pembiayaan, hingga promosi ke pasar ekspor global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, keikutsertaan Paviliun Indonesia pada Pamerah FHA 2026 merupakan platform promosi berkelanjutan.

"Ini merupakan platform promosi berkelanjutan yang sangat baik untuk memberikan kesempatan bagi UMKM Indonesia masuk ke dalam rantai pasok industri makanan dan minuman regional, bahkan global," kata Fajarini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan, produk makanan dan minuman merupakan salah satu tulang punggung utama industri Indonesia yang turut menopang ekspor nasional selama lima tahun terakhir. Tren ekspor produk makanan dan minuman Indonesia terus menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 23,35 persen (YoY) pada tahun 2025. Hal yang sama juga terlihat pada ekspor ke Singapura yang tumbuh 23,21 persen (YoY).

"Kemendag juga mendorong upaya promosi yang berkelanjutan melalui penguatan kerja sama dengan BI, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan sektor lainnya, secara sinergis untuk mendukung UMKM industri makanan dan minuman Indonesia menembus rantai pasok regional dan global," ujarnya.

SIG.

SIG Belanja Suku Cadang Lokal Rp809 Miliar pada 2026, Naik 2,79 Persen

Semen Indonesia (SIG) mencatat belanja suku cadang lokal meningkat 2,79 persen atau sebesar Rp809 miliar pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp787 miliar.

img_title

VIVA.co.id

30 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |