Jakarta, VIVA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat kinerja keuangan yang impresif di awal tahun 2026. Di tengah gejolak ekonomi global, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan pada pendapatan, EBITDA, hingga laba usaha sepanjang kuartal I-2026.
Berdasarkan laporan kinerja terbaru, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,13 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Angka ini meningkat 19,02 persen atau Rp181,38 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp953,80 miliar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejalan dengan itu, kinerja profitabilitas perseroan juga menunjukkan lonjakan tajam. EBITDA tercatat sebesar Rp296,44 miliar atau melonjak 252,43 persen atau naik Rp212,33 miliar dari Rp84,11 miliar pada kuartal I-2025.
Laba usaha ikut melonjak signifikan sebesar 240,03 persen menjadi Rp211,96 miliar. Pada tahun sebelumnya, perseroan hanya mampu membukukan keuntungan sebesar Rp62,33 miliar.
Anindya Bakrie
Photo :
- [Mohammad Yudha Prasetya]
“Di tengah gejolak ekonomi global yang luar biasa, alhamdulillah BNBR terus konsisten menunjukkan kinerja keuangan positif di 3 bulan pertama tahun ini, dengan pertumbuhan yang membanggakan,” kata Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya Novyan Bakrie di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Anindya menjelaskan, pertumbuhan pendapatan BNBR ditopang kontribusi sejumlah entitas anak, terutama dari PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) menyumbang Rp232,76 miliar atau 20,5 persen dari total pendapatan konsolidasi. Kontribusi dari CCT juga menjadi pendorong utama peningkatan EBITDA dan laba usaha.
“Kenaikan laba usaha juga ditopang oleh kontribusi CCT sebesar Rp128,6 miliar atau 77 persen dari total laba usaha BNBR konsolidasi,” tutur Anindya.
Dari sisi operasional, Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti mengungkapkan, kinerja CCT juga menopang unit bisnis infrastruktur melalui PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group. BIIN mencatat lonjakan pendapatan signifikan sebesar 274,6 persen atau Rp207,6 miliar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, peningkatan juga datang dari sektor energi melalui PT Helio Synar Energi (Helio) yang mencatat kenaikan pendapatan sebesar 35,1 persen.
Di sektor mobilitas listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group membukukanpendapatan Rp126,9 miliar atau naik 58,2 persen secara tahunan. Lonjakan ini ditopang oleh pertumbuhan signifikan di level holding serta anak usaha seperti PT VKTR Sakti Industries (VKTS).
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, unit otomotif PT Bakrie Autoparts (BA) Group juga mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 6,3 persen, seiring meningkatnya permintaan komponen otomotif.

1 day ago
1



























