Pengakuan Jujur Hodak usai Persib 'Dipecundangi' Ratchaburi FC: Masalah Fisik Hingga Lini Tengah Bocor

4 weeks ago 6

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:02 WIB

Bandung, VIVA – Langkah Persib Bandung di kancah Asia harus menemui jalan terjal. Bertandang ke markas Ratchaburi FC dalam leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2), Rabu 11 Februari 2026, skuat berjuluk Maung Bandung itu pulang dengan kepala tertunduk usai digilas dengan skor telak 0-3.

Bermain di Stadion Ratchaburi, gawang yang dikawal Teja Paku Alam sudah jebol saat laga baru berumur lima menit lewat aksi Pedro "Tana" Placeres. Kondisi semakin memburuk di babak kedua setelah Gabriel Mutombo Kupa (53’) dan gol kedua Tana (84’) mengunci kemenangan tuan rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai laga, pelatih Persib, Bojan Hodak, tidak mencari pembelaan. Ia mengakui secara terbuka bahwa anak asuhnya gagal menampilkan performa terbaik sejak peluit pertama dibunyikan. Strategi yang direncanakan seolah buyar akibat gol cepat lawan.

"Kami tidak memulai laga dengan baik dan sudah kebobolan dalam 10 menit pertama," ungkap Hodak dalam sesi konferensi pers yang dikutip dari laman resmi Persib.

Pelatih asal Kroasia itu menyoroti kekalahan timnya dalam duel-duel krusial, terutama di sektor gelandang. "Kami kehilangan kendali di lini tengah. Pemain gagal memenangkan second ball dan kurang waspada terhadap serangan balik cepat lawan," tambahnya.

Selain masalah teknis, faktor cuaca ekstrem di Thailand yang cukup menyengat juga disebut sebagai biang keladi terkurasnya energi Marc Klok dan kawan-kawan.

Debut Bintang Baru yang Terasa Hambar

Pemain Persib Bandung, Layvin Kurzawa

Photo :

  • Instagram @persib

Laga ini sebenarnya menjadi panggung perdana bagi dua amunisi anyar Persib, Sergio Castel dan eks penggawa PSG, Layvin Kurzawa. Keduanya dimasukkan di babak kedua untuk menambah daya gedor dan stabilitas pertahanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, meski Kurzawa sempat menebar ancaman lewat skema tendangan bebas di menit-menit akhir, koordinasi di lini depan antara Matricardi, Barros, dan Castel masih tampak belum padu. Peluang emas yang ada justru terbuang sia-sia akibat salah pengertian.

Kekalahan tiga gol tanpa balas ini memang sangat menyakitkan. Namun, asa belum sepenuhnya tertutup. Maung Bandung masih memiliki satu kesempatan terakhir di leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari 2026 mendatang.

Halaman Selanjutnya

Tugas Persib tergolong berat, mereka wajib menang dengan selisih minimal empat gol jika ingin membalikkan keadaan dan lolos ke fase berikutnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |