Monterey, VIVA – Mobil bekas biasanya identik dengan harga yang lebih rendah dibandingkan unit baru. Namun, anggapan tersebut tidak berlaku untuk sebuah McLaren F1 GTR yang justru terjual dengan harga fantastis meski pernah mengalami kecelakaan sebanyak dua kali.
McLaren F1 GTR milik mantan drummer Pink Floyd, Nick Mason, baru saja terjual dalam lelang RM Sotheby’s di Monterey, Amerika Serikat. Mobil dengan nomor sasis 10R tersebut laku US$34,655 juta atau sekitar Rp568 miliar, termasuk biaya lelang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Selasa 18 Agustus 2026, harga tersebut membuat mobil ini menjadi McLaren F1 termahal yang pernah terjual melalui lelang publik. Nilainya juga menjadikannya mobil Inggris dengan harga penjualan tertinggi dalam sebuah lelang.
Menariknya, mobil yang terjual dengan harga sekitar setengah triliun rupiah itu bukan tanpa sejarah kecelakaan. McLaren F1 GTR tersebut sudah dua kali mengalami insiden selama masa kepemilikannya.
Kecelakaan pertama terjadi pada 2009 ketika seorang jurnalis yang mengendarainya kehilangan kendali hingga mobil masuk ke sebuah ladang gandum. Setelah kejadian tersebut, mobil diperbaiki dan direstorasi oleh spesialis McLaren, Lanzante.
Delapan tahun kemudian, kecelakaan kembali terjadi. Kali ini Nick Mason sendiri yang berada di balik kemudi ketika mobil tersebut mengalami kecelakaan dalam acara Goodwood Members’ Meeting 2017 dan menghantam pembatas ban. Lanzante kembali menangani perbaikannya.
Meski punya riwayat dua kecelakaan, kondisi tersebut ternyata tidak mengurangi daya tariknya di mata kolektor. Nilai tinggi mobil ini lebih banyak ditentukan oleh kelangkaan, sejarah balap, serta siapa yang pernah memilikinya.
McLaren F1 GTR dengan sasis 10R merupakan salah satu dari hanya sembilan unit yang dibuat untuk spesifikasi 1996. Mobil tersebut awalnya digunakan McLaren sebagai kendaraan promosi dan menjalani pengujian di sirkuit sebelum mengikuti sesi pre-qualifying untuk ajang 24 Hours of Le Mans.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah masa kariernya bersama McLaren, mobil tersebut dibeli Nick Mason. McLaren kemudian mengubahnya agar bisa digunakan di jalan raya, sementara perawatan dan sejumlah pekerjaan restorasi dipercayakan kepada Lanzante.
Daya tarik lain datang dari tampilannya. Mobil tersebut menggunakan livery merah dan kuning bergaya Pop Art yang membuatnya mudah dikenali dibandingkan McLaren F1 GTR lainnya.
Halaman Selanjutnya
Kombinasi antara kelangkaan dan sejarah panjang tersebut membuat statusnya sebagai mobil bekas menjadi hampir tidak relevan dalam menentukan harga. Bagi kolektor, yang dibeli bukan sekadar kendaraan yang pernah mengalami dua kecelakaan, melainkan salah satu bagian dari sejarah McLaren dan dunia balap.

1 week ago
3
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

