Polisi Bongkar Identitas Peneror Damkar, Ternyata Ini Pekerjaannya

1 week ago 4

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:02 WIB

VIVA – Auditor Kepolisian Madya TK II Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, Kombes Pol Manang Soebeti mengungkap identitas peneror anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok, Khairul Umam.

Hal itu dilakukan setelah Umam mengaku mendapat ancaman lewat pesan WhatsApp usai mengunggah video kritik terkait kasus kekerasan yang dilakukan anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Masias Victoria Siahaya yang menewaskan siswa MTs Negeri di Kota Tual, Maluku, Arianto Tawakkal (14).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Kombes Manang menepis tudingan bahwa aparat kepolisian berada di balik aksi teror tersebut. Ia menekankan pesan ancaman hanya dikirim oleh satu orang.

Anggota Damkar Khairul Umam sentil soal Helm

Photo :

  • Instagram Khairul Umam

“Masa iya Damkar yang bikin konten tentang helm diteror. Itukan yang WA Cuma satu orang. Gimana kalau kita buka siapa dia itu yang me-WA anggota Damkar itu, jadi biar jelas, biar gak dituduh-tuduh polisi lagi, polisi lagi, ngapain polisi neror-neror,” ujar Kombes Manang  melalui akun Instagram pribadinya @manangsoebeti_official Kamis 26 Februari 2026.

“Saya buka ya datanya ini,” sambung sebelum memaparkan identitas terduga pelaku.

Dalam data tersebut, terduga pelaku peneror Damkar diketahui berinisial WG dan beralamat di Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Selain itu, Kombes Manang juga mengungkap sejumlah data pribadi peneror seperti NIK, tempat tanggal lahir hingga pekerjaannya sebagai buruh harian lepas.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini bermula dari sorotan publik terhadap peristiwa meninggalnya Arianto Tawakal yang tewas usai dihantam helm taktikal oleh anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Masias Victoria Siahaya. 

Peristiwa tersebut memicu reaksi di media sosial, termasuk dari Khairul Umam yang mengunggah video berisi kritik mengenai fungsi helm.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Umam menyentil penggunaan helm yang seharusnya berfungsi melindungi kepala, bukan untuk melukai. Video itu kemudian ramai diperbincangkan warganet.

Bripda MS, oknum Brimob Polri diduga menganiaya siswa madrasah hingga tewas

Photo :

  • Instagram/fakta.indo

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Gua mau ngasih tahu Ini namanya helm. Gunanya itu buat melindungi kepala, bukan buat ngancurin kepala warga. Katanya bulan puasa setan pada dipenjara. Kok masih ada” ucap Umam melalui Instagram pribadinya @xkhairulumam.

Tak lama setelah unggahan tersebut, Umam mengaku menerima pesan bernada ancaman melalui WhatsApp dari nomor tak dikenal. Dalam tangkapan layar yang dibagikan di Instagram, pengirim pesan menyebut alamat rumah Khairul serta nama kedua orang tuanya. 

Halaman Selanjutnya

Pesan itu juga memuat kalimat bernada intimidatif terkait keselamatannya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |