Premier League Tolak Permintaan Manchester City, Selamat Datang Jadwal Neraka!

3 days ago 2

Selasa, 28 April 2026 - 19:25 WIB

VIVA – Manchester City kembali berada di jalur sejarah. Tim asuhan Pep Guardiola memburu treble domestik kedua dalam kurun tujuh tahun, sebuah pencapaian yang sebelumnya mereka ukir pada musim 2018/19.

Langkah City musim ini sudah dimulai dengan manis setelah menaklukkan Arsenal di final Carabao Cup bulan lalu. Namun, ambisi besar itu datang dengan konsekuensi: jadwal padat yang berpotensi menguras energi tim di fase krusial musim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Premier League, City masih membayangi Arsenal dengan selisih tiga poin dan satu laga di tangan. Sementara itu, satu trofi lain sudah menanti di depan mata saat mereka dijadwalkan menghadapi Chelsea pada final FA Cup Final di Wembley, 16 Mei.

Situasi mulai rumit ketika keberhasilan City di kompetisi piala memaksa sejumlah laga liga ditunda. Duel kontra Crystal Palace dan tandang ke markas AFC Bournemouth harus dijadwal ulang, menciptakan teka-teki besar bagi Guardiola dalam mengatur rotasi pemain.

City sempat mengajukan permintaan ke pihak liga agar jadwal diubah—mereka ingin menghadapi Bournemouth lebih dulu demi mendapat waktu pemulihan ekstra jelang final FA Cup. Namun, laporan menyebut Premier League menolak permintaan tersebut.

Alhasil, The Citizens harus bersiap menghadapi jadwal “neraka”. Dalam rentang hanya 12 hari, mereka akan melakoni empat laga penentu: melawan Crystal Palace (13 Mei), final FA Cup, tandang ke Bournemouth (19 Mei), dan penutup musim kontra Aston Villa pada 24 Mei.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi makin pelik karena laga melawan Bournemouth tak bisa digelar pada 20 Mei. Tanggal tersebut bertepatan dengan final UEFA Europa League Final, di mana klub Inggris seperti Aston Villa atau Nottingham Forest berpotensi tampil. UEFA pun tak mengizinkan bentrok jadwal dengan laga domestik.

Kini, Guardiola dihadapkan pada ujian sesungguhnya: menjaga konsistensi performa di tengah jadwal super padat. Jika mampu melewatinya, Manchester City bukan hanya berpeluang mengangkat trofi, tapi juga kembali mengukir sejarah di sepak bola Inggris.

Pelatih Manchester United, Michael Carrick

MU Ubah Haluan! Bukan Lagi Pelatih Top, Setan Merah Kini Lebih Percaya Kekuatan Skuad

Manchester United ubah strategi, kini fokus pada transfer pemain dibanding pelatih top. Langkah ini diyakini jadi kunci stabilitas dan masa depan klub.

img_title

VIVA.co.id

28 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |