Minggu, 3 Mei 2026 - 12:22 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez mengungkapkan curahan hatinya bahwa ancaman militer Amerika Serikat terhadap Kuba terus meningkat. Bahkan, telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hal itu disampaikan Diaz-Canel di akun pribadinya di platform X. Dia menambahkan penyerang di Kuba akan menghadapi rakyat yang memiliki tekad penuh untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Presiden Amerika Serikat (Donald Trump) meningkatkan ancaman agresi militernya terhadap Kuba hingga ke tingkat yang berbahaya dan belum pernah terjadi sebelumnya," tulis dia dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
"Komunitas internasional harus mencatat dan, bersama rakyat Amerika Serikat, menentukan apakah langkah kriminal semacam itu diizinkan berlangsung demi memuaskan kepentingan sebuah kelompok kecil yang kaya dan berpengaruh, didorong oleh keinginan membalas dendam dan mendominasi," tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif berisi pembatasan terhadap institusi keuangan asing yang bertransaksi untuk individu atau perusahaan di Kuba dan harus tunduk pada sanksi AS.
Merespons pembatasan baru tersebut, Diaz-Canel menyebutnya sebagai cerminan akan kemelaratan moral Pemerintah AS. Dia juga menyebut pengetatan embargo itu menyebabkan kerusakan cukup signifikan akibat intimidasi dan arogansi kekuatan militer terbesar di dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada 29 Januari lalu, Presiden Trump meneken perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba serta menyatakan keadaan darurat dengan dalih ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.
Pemerintah Kuba menyebut AS memanfaatkan embargo energi untuk mencekik ekonomi nasional dan membuat kondisi kehidupan yang semakin tak tertahankan bagi masyarakat setempat. (Ant)
Trump Bangga Militer AS Seperti Bajak Laut, Iran: Pengakuan atas Blokade Kriminal
Presiden AS Donald Trump secara terbuka menggambarkan penyitaan kapal Iran yang melanggar hukum sebagai 'pembajakan,' dengan bangga menyebut AL As sebagai bajak laut
VIVA.co.id
3 Mei 2026

4 hours ago
3





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)



