Jakarta, VIVA – Pemerintah memperluas cakupan Program Magang Nasional dengan membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini dilakukan agar akses memperoleh pengalaman kerja tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, sekaligus memperbesar peluang lulusan baru memasuki dunia kerja.
Perluasan program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Pemerataan akses juga diharapkan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi lulusan dari berbagai wilayah untuk mengembangkan kompetensi mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan Program Magang Nasional menjadi salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Meski belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan ketenagakerjaan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.
"Memang belum cukup mengatasi jumlah angka pengangguran yang hampir 7,24 juta orang. Tapi ini kita harapkan minimal bisa meminimalisir angka tersebut," ujar Afriansyah dalam Dialog FMB9, dikutip Jumat 24 Juli 2026.
Sebagai bentuk penguatan program, pemerintah meningkatkan kuota peserta dari 100 ribu orang pada angkatan pertama menjadi 150 ribu peserta pada angkatan kedua tahun 2026. Penambahan kuota tersebut juga dibarengi dengan perluasan jangkauan pelaksanaan agar tidak hanya terfokus di Pulau Jawa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2026 mencapai sekitar 7,24 juta orang. Melalui Program Magang Nasional, pemerintah berharap lulusan baru dapat memiliki pengalaman kerja yang menjadi bekal sebelum memasuki dunia industri.
Afriansyah menjelaskan, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman bekerja secara langsung di perusahaan. Mereka juga memperoleh uang saku setara upah minimum daerah, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah ketika peserta melamar pekerjaan setelah menyelesaikan program magang. Pemerintah juga berharap peserta memahami budaya kerja di perusahaan sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja.
"Bapak Presiden berharap dengan Magang Nasional ini anak-anak yang baru lulus punya pengalaman, punya kompetensi, dan memiliki memori bekerja. Ketika masuk ke dunia kerja, mereka sudah siap karena pernah merasakan langsung bagaimana budaya kerja di perusahaan," kata Afriansyah.
Halaman Selanjutnya
Evaluasi pelaksanaan angkatan pertama menunjukkan sekitar 30 persen peserta berhasil direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang. Angka tersebut dinilai menjadi indikator bahwa program mampu mempercepat transisi lulusan dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.

7 hours ago
1











