Selasa, 28 April 2026 - 00:10 WIB
VIVA –Insiden suara penembakan yang terjadi di acara jamuan makan malam White House Correspondents’ Association pada Sabtu malam waktu setempat jadi sorotan. Akibat insiden itu, presiden Donald Trump, dan istrinya Melania Trump serta pejabat AS langsung dievakuasi dari ballroom Hotel Hilton tempat acara berlangsung oleh Secret Service AS.
Menyusul dengan insiden tersebut, seorang pria bernama Cole Thomas Allen langsung ‘digelandang’ lantaran disebut sebagai pelaku penembakan tersebut. Namun di satu sisi, banyak pihak yang menyebut insiden tersebut hanya rekayasa semata.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Klai mini ramai di media sosial seperti X, Facebook dan TikTok. Bahkan menurut laporan The New York Times yang mengutip data TweetBinder, kata ‘staged’ alias direkayasa muncul lebih dari 300 ribu unggahan di X hingga Minggu siang waktu setempat.
Lantas benarkah insiden penembakan tersebut rekayasa semata? Mari kit aulas lebih mendalam seperti melansir dari laman NDTV, Selasa 28 April 2026.
Kronologi Kejadian
Sejumlah pejabat AS seperti presiden Donald Trump, Wapres AS, JD Vance serta pejabat senior dan jurnalis diketahui mengikuti sebuah jamuan makan malam di Washington Hilton, Washington DC pada Sabtu 25 April malam waktu setempat atau sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat acara jamuan makan malam berlangsung, seorang pria bernama Cole Thomas Allen asal California berhasil melewati pengamanan dan melepaskan tembakan saat bergerak menuju lokasi acara. Pria 31 tahun itu langsung ditangkap sementara presiden dan wakil presiden langsung dievakuasi ke tempat yang aman.
Teori “Ballroom” yang Viral
Ramai di media sosial X yang menyebut insiden penembakan tersebut sengaja direkayasa dengan tujuan untuk membangun dukungan publik terhadap rencana Trump membangun ballroom baru di Gedung Putih senilai 400 juta dolar atau setara Rp 6,8 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump sendiri sempat menyinggung rencana tersebut dalam konferensi pers usai kejadian dan dalam unggahan di Truth Social pada Minggu pagi waktu setempat.
Sebagian pengguna media sosial menilai cepatnya respons itu sebagai bukti adanya koordinasi. Salah satu unggahan yang mempertanyakan apakah insiden ini rekayasa bahkan ditonton lebih dari 8,9 juta kali.
Halaman Selanjutnya
Cuplikan Fox News dan Telepon yang Terputus

4 days ago
2
























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)

