Rencana Nissan Hadirkan Mobil Terjangkau Resmi Ditunda

2 weeks ago 10

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Harapan pembeli mobil listrik (electric vehicle/EV) yang ingin mendapatkan entry-level EV yang benar-benar terjangkau dari Nissan harus menunggu lebih lama.

Produsen otomotif asal Jepang itu mengumumkan penundaan tanpa batas waktu untuk versi paling ekonomis dari Nissan Leaf, yang dikenal sebagai Leaf S, pada model 2026 di pasar Amerika Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan ini berarti versi murah yang semula ditargetkan dibanderol di bawah US$30.000 atau sekitar Rp503 juta kini tidak akan tersedia setidaknya sampai 2027, jika memang pernah direalisasikan.

Kenapa Penundaan Ini Terjadi?

Menurut Nissan, keputusan menunda peluncuran Leaf S merupakan respons terhadap apa yang disebutnya sebagai “evolving EV landscape” situasi pasar EV yang terus berubah cepat dengan permintaan yang bergeser dan dinamika industri yang kompleks.

Dalam pernyataannya, perusahaan menyatakan akan terus mengevaluasi tren pasar, preferensi konsumen, dan kebutuhan segmen untuk memfokuskan sumber daya pada model EV yang memberikan nilai terbaik saat ini.

Namun, analis dan media otomotif menduga ada beberapa faktor yang menyulitkan rencana Nissan, seperti biaya baterai yang tinggi, rentang jarak tempuh yang lebih rendah, dan kurangnya insentif pemerintah seperti kredit pajak yang sebelumnya berlaku.

Ketiga hal ini membuat versi bermesin lebih kecil dengan baterai lebih ringan menjadi kurang menarik dari sisi biaya produksi maupun bagi konsumen.

Apa Itu Nissan Leaf S?

Leaf S direncanakan menjadi varian dasar dari generasi terbaru Leaf EV. Mobil ini menggunakan paket baterai lebih kecil (sekitar 52 kWh) dan motor listrik berdaya lebih rendah dibandingkan model standar, sehingga memiliki harga jual lebih rendah namun dengan jarak tempuh yang lebih pendek pula.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada saat ini, Nissan Leaf terbaru sudah tersedia dalam tipe Leaf S Plus yang memulai harga di kisaran sekitar US$31.485 atau setara RP528 juta, masih termasuk salah satu EV baru paling terjangkau di pasar AS.

Tanpa kehadiran model Leaf S di lineup 2026, Leaf S Plus tetap menjadi pilihan paling ekonomis dari jajaran Nissan. Di sisi lain, rival seperti Chevrolet Bolt diperkirakan akan menawarkan trim terjangkau mereka sendiri di model 2027 dengan harga mulai kurang dari US$29.000 atau sekitar Rp486 juta.

Halaman Selanjutnya

Bagi calon pembeli yang mengincar EV dengan harga sangat terjangkau, penundaan ini jelas menghapus opsi Leaf S dari daftar pilihan mereka dalam waktu dekat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |