Selasa, 28 April 2026 - 08:00 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan amarahnya kepada jurnalis CBS News saat sesi wawancara di Program 60 Minutes. Kemarahan Trump ini bermula saat sang jurnalis yang Bernama Norah O'Donnell menanyakan tentang dokumen manifesto yang dikaitkan dengan pelaku penembakan di acara
White House Correspondents' Association Dinner.
Dokumen manifesto itu disebut menyinggung Trump dan memuat sejumlah tuduhan terhadapnya. Seperti diketahui dalam dokumen manifesto itu, pelaku yang diketahui Bernama Cole Tomas Allen sempat menyinggung soal pemerkosaan, hingga pedofil.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Memalingkan pipi itu berlaku ketika kamu sendiri yang tertindas. Saya bukan korban pemerkosaan di kamp penahanan. Saya bukan nelayan yang dieksekusi tanpa pengadilan. Saya bukan anak sekolah yang tewas dibom, bukan anak kelaparan, atau remaja perempuan yang dilecehkan oleh banyak pelaku kejahatan dalam pemerintahan ini. Memalingkan pipi saat orang lain tertindas bukanlah perilaku Kristiani, itu berarti ikut terlibat dalam kejahatan para penindas. Saya tidak lagi bersedia membiarkan seorang pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat menodai tangan saya dengan kejahatan-kejahatannya," demikian isi dokumen manifesto tersebut.
Pertanyaan itu langsung memicu respons keras dari Trump. Dia menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang pelaku kejahatan seksual seperti asumsi publik terhadap dokumen manifesto tersebut.
"Saya bukan pemerkosa. Saya tidak pernah memperkosa siapa pun," tegas Trump dalam wawancara tersebut dikutip dari laman Gulf News, Selasa 28 April 2026.
Ia menolak mentah-mentah tuduhan itu sekaligus mengkritik keputusan untuk membahasnya di siaran televisi. Trump menyebut dokumen tersebut sebagai omong kosong yang ditulis oleh 'orang sakit'. Presiden AS itu juga melontarkan cacian kepada jurnalis CBS tersebut yang mana Trump menyebut seharusnya O'Donnell malu membacakan surat tersebut dalam acara itu.
"Memalukan," kata Trump.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
O’Donnell kemudian menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan berasal darinya, melainkan bagian dari tulisan yang diduga dibuat oleh pelaku. Percakapan pun memanas,Trump menuduh media berusaha mengaitkannya dengan klaim yang menurutnya tidak ada hubungannya dengan dirinya. Trump juga menegaskan dia telah sepenuhnya dibebaskan dari tuduhan tersebut.
Secara terpisah, Forbes melaporkan bahwa Trump sebelumnya sempat menyinggung dokumen tersebut saat berbicara di Fox News. Ia menyebut pelaku sebagai 'orang sakit' dan menuduh pelaku memiliki pandangan keras terhadap umat Kristen. Namun, laporan yang tersedia sejauh ini belum secara jelas mendukung klaim tersebut.
Halaman Selanjutnya
Pelaku penembakan, yang oleh sejumlah media diidentifikasi sebagai warga California, disebut menuliskan 'aturan keterlibatan' dalam dokumen itu dan tampaknya menjadikan pejabat pemerintah sebagai target.

3 days ago
2



























