RI Belum Bisa Bikin, Pemerintah Bakal Impor Tabung CNG Buat Jadi Alternatif LPG 3 Kg

1 week ago 3

Senin, 18 Mei 2026 - 17:39 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman menyampaikan, Indonesia akan mengimpor tabung CNG ukuran 3 kg, sebagai salah satu langkah pemerintah menghadirkan alternatif dari LPG 3 kg.

“Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar ya. Kita belum,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soal negara mana yang dibidik untuk menjadi penyedia tabung CNG tersebut, Laode menyampaikan bahwa sejauh ini Indonesia cenderung akan mengimpor dari China.

“Banyak sih negara yang ini. Tapi kami sejauh ini (cenderung dari) China,” ujar Laode.

Dia mengatakan, langkah pengimporan tabung CNG rencananya hanya akan dilakukan pada tahap awal penerapan CNG untuk rumah tangga.

Nantinya, ketika skala penggunaan CNG untuk rumah tangga sudah masif, Indonesia akan memproduksi tabung CNG di dalam negeri.

“Iya, seperti itu (impor). Tahap awal, ya,” ujarnya.

Diketahui, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan tahapan-tahapan penerapan CNG sebagai alternatif LPG, untuk memenuhi kebutuhan gas rumah tangga. Kementerian ESDM berharap CNG dapat menggantikan LPG tabung 3 kg mulai tahun ini, guna mengurangi ketergantungan impor energi.

Rencana tersebut mulanya disampaikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. Bahlil menjelaskan, CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kg. Karenanya, apabila hasil uji coba dinyatakan layak, maka pemerintah akan membuka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG untuk kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk sumber gas alam yang melimpah. Selain itu, pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik. (Ant).

Ilustrasi lokasi tambang ilegal

Viral WNA China Diduga Nambang Emas Ilegal di Sangihe, ESDM Buka Suara

Dirjen Gakkum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae memastikan, pihaknya masih menyelidiki dugaan penambangan emas ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

img_title

VIVA.co.id

15 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |