Sekjen PDIP: APBN RI Sangat Mengkhawatirkan, Gali Lubang Tutup Lubang

1 week ago 10

Senin, 1 Juni 2026 - 13:00 WIB

Jakarta, VIVA – DPP PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin, 1 Juni 2026. 

Upacara berlangsung khidmat, diikuti anggota DPRD Fraksi PDIP dari sejumlah daerah, pengurus DPC dan PAC se-DKI Jakarta, serta Satgas PDIP. Peserta tampak mengenakan seragam merah berbaris rapi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi diawali mengheningkan cipta, pengibaran bendera Merah Putih dengan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Pancasila oleh Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi Fauzi, dan doa oleh Sekretariat PDIP Mugi Sugiadi. 

Dalam amanat upacara, Hasto menyampaikan salam dari Megawati. Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81, kata Hasto, bukan sekadar seremoni. Ia melontarkan kritik tajam terhadap kondisi ekonomi dan fiskal yang dinilainya mengkhawatirkan, khususnya soal pelemahan rupiah dan belanja negara.

"Defisit transaksi berjalan pada kuartal pertama tahun 2026 dan keseimbangan primer yang negatif dalam APBN kita sangatlah mengkhawatirkan. Utang harus dibayar dengan utang, gali lubang tutup lubang," tegas Hasto.

Lebih lanjut, ia menyoroti pelemahan rupiah sebagai indikator masalah yang lebih dalam. 

"Terlebih dengan pelemahan rupiah akhir-akhir ini yang menggambarkan adanya persoalan yang bersifat struktural dan ada persoalan terkait dengan kepercayaan," ujarnya.

Menurut Hasto, usulan rekonsolidasi fiskal yang digagas PDIP melalui tema Fiscal Resilience (Ketahanan Fiskal) ternyata masih diwarnai oleh berbagai bentuk belanja negara yang bersifat populis dengan harapan elektoral.

Kritik ini diperkuat dengan menyebut dampak nyata di masyarakat, yaitu berbagai persoalan kenaikan harga kebutuhan pangan rakyat, kemiskinan, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dan pemutusan hubungan kerja, kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi

Hasto tidak sekadar mengkritik dari sudut makro. Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal yang tidak berpihak pada rakyat kecil bertentangan dengan spirit Pancasila sebagai narasi pembebasan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rekonsolidasi fiskal yang kami usulkan bukan sekadar teknis, tapi soal keberpihakan pada rakyat, bukan pada ambisi kekuasaan," katanya.

Upacara ditutup dengan penampilan Marching Band Red Bull PDIP binaan Ketua DPP bidang Kebudayaan Rano Karno.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto

Hasto Soroti Militerisme dalam Demokrasi: Kita Tolak Pembungkaman Masyarakat yang Kritis

Hasto juga mengungkapkan, sikap kritis merupakan merupakan tanggung jawab politik setiap warga negara yang lahir dari rasa cinta kepada bangsa dan negara.

img_title

VIVA.co.id

1 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |