Jakarta, VIVA – Nama Tasya Kamila kembali menjadi sorotan publik setelah unggahannya terkait kontribusinya sebagai alumni beasiswa negara menuai beragam respons di media sosial.
Perbincangan ini mencuat di tengah meningkatnya atensi warganet terhadap program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), terutama usai pernyataan salah satu alumninya, Dwi Sasetyaningtyas, viral dan memantik diskusi luas. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melalui akun Instagram pribadinya, Tasya memaparkan sejumlah kontribusi yang telah ia lakukan setelah merampungkan studi magister di Columbia University, Amerika Serikat.
Namun, alih-alih menuai pujian, unggahan tersebut justru memicu kritik dari sebagian pengguna media sosial yang mempertanyakan dampak konkret kontribusinya dibandingkan dengan dana pendidikan yang telah digelontorkan negara.
Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan datang dari akun @houseofvya yang menilai dampak yang ditunjukkan Tasya belum sebanding dengan besarnya biaya beasiswa.
Komentar tersebut bahkan menyamakan program yang dijalankan Tasya dengan kegiatan organisasi kampus atau program tanggung jawab sosial perusahaan.
Menanggapi hal itu, pelantun lagu Libur Telah Tiba tersebut memilih memberikan klarifikasi secara terbuka. Ia turut menyinggung kontribusinya melalui pembayaran pajak dari penghasilan yang diperolehnya di industri kreatif.
"Kak, kalau mau ngomongin monetary impact, Alhamdulillah dari rezekiku dalam pekerjaanku di industri kreatif juga sudah berkontribusi untuk pajak. Kalau dihitung sejak aku lulus, pajak yang management-ku setorkan Insya Allah udah bisa nutup itu uang sekolahku," katanya, dikutip Kamis 26 Februari 2026.
Lebih lanjut, Tasya menyampaikan bahwa dirinya tetap berkomitmen untuk memberikan dampak positif melalui berbagai bidang yang ia geluti.
"Insya Allah aku masih ada semangat untuk terus berdampak baik di tiap pekerjaan yang aku jalani. Ini baru sebagian dari perjalananku," tutup Tasya Kamila.
Istri Randi Bachtiar tersebut juga tidak menampik rasa sedihnya ketika upaya yang ia lakukan di bidang lingkungan dianggap tidak memberikan pengaruh signifikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia diketahui aktif menginisiasi gerakan berbasis masyarakat melalui yayasan Green Movement Indonesia, sebagai implementasi ilmu kebijakan publik yang dipelajarinya selama studi.
"Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak. Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan," kata Tasya Kamila.
Halaman Selanjutnya
Ia menjelaskan bahwa bidang studi yang diambilnya berkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang pada 2016 menjadi salah satu prioritas nasional.

2 weeks ago
11











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
