Superyacht Milik Taipan Rusia 'Melenggang' Lewati di Selat Hormuz, Kok Bisa?

3 days ago 2

Selasa, 28 April 2026 - 20:00 WIB

VIVA – Sebuah superyacht super mewah yang dikaitkan dengan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, miliarder yang dikenai sanksi Alexey Mordashov, terpantau melintasi Selat Hormuz selama akhir pekan 25–27 April 2026, di tengah situasi blokade dan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Yacht super mewah bernama Nord (IMO 9853785) memiliki panjang 142 meter senilai lebih dari 500 juta dolar AS (Rp8,6 triliun). Kapal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas mewah, mulai dari kolam renang, helipad, hingga kapal selam pribadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic yang dikutip HFI Research, Nord meninggalkan marina Dubai sekitar pukul 14.00 GMT pada 24 April, melintasi selat Sabtu pagi 25 April melalui "jalur aman" yang dinyatakan Iran. Setelah melintasi Selat Hormuz, Nord berlabuh di Al Mouj, marina di ibu kota Oman, Muscat, pada Minggu pagi.

Tidak jelas bagaimana kapal pesiar mewah bertingkat itu mendapatkan izin untuk menggunakan rute 'panas' tersebut. Diketahui, sejak Februari Iran telah membatasi lalu lintas melalui selat tersebut secara ketat, yang biasanya menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Mordashov, taipan baja Severstal yang berada di bawah sanksi AS, Inggris, dan Uni Eropa sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, membantah sebagai pemilik kapal tersebut. Namun, laporan BBC menyebut kapal itu terdaftar atas nama perusahaan yang terkait dengan istrinya.

Catatan registrasi Nord menunjukkan kapal tersebut memang didaftarkan atas nama perusahaan milik istrinya pada 2022. Meski demikian, Mordashov tidak tercatat sebagai pemilik resmi.

Saat ini, lalu lintas maritim di Selat Hormuz yang lebarnya hanya sekitar 33 kilometer dilaporkan jauh menurun dibanding sebelum konflik pecah.

Hanya sedikit kapal, terutama kapal dagang, yang setiap hari melewati jalur air penting di pintu masuk Teluk Persia karena Washington dan Teheran mempertahankan gencatan senjata yang tidak stabil. Ini merupakan sebagian kecil dari rata-rata 125 hingga 140 kapal yang melintas setiap hari sebelum perang Iran dimulai pada 28 Februari.

Sebagai tindakan balasan, AS telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diplomasi Iran–Rusia

Rusia dan Iran adalah sekutu lama dan telah semakin dekat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk melalui perjanjian tahun 2025 yang memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan.

Halaman Selanjutnya

Lintasan Nord terjadi bersamaan dengan intensnya diplomasi Teheran–Moskow. Media Israel, Ynet News, melaporkan bahwa Putin menjamu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di St. Petersburg pada Senin, dan memuji perjuangan kedaulatan Iran yang disebutnya "berani" dalam menghadapi tekanan AS dan Israel.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |