VIVA – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian. Aktivitas gunung api tersebut membuat abu vulkanik berpotensi menyebar mengikuti arah angin dan mencapai wilayah di sekitar kawasan terdampak.
Bagi Anda yang tinggal atau beraktivitas di daerah yang terkena paparan abu, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele. Abu vulkanik terdiri dari partikel sangat kecil yang dapat masuk ke hidung, tenggorokan hingga saluran pernapasan ketika terhirup.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam jumlah tertentu, paparan tersebut dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu pernapasan. Lantas, bagaimana mengetahui jika tubuh sudah menghirup abu vulkanik? Berikut sejumlah tanda yang bisa Anda perhatikan, sebagaimana dilansir dari CDC, Rabu, 9 September 2026.
1. Batuk yang muncul setelah terpapar abu
Batuk menjadi salah satu tanda yang paling mudah dikenali. Ketika partikel abu masuk ke saluran pernapasan, tubuh dapat memberikan respons dengan batuk untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Jika Anda mulai sering batuk setelah berada di luar rumah ketika udara dipenuhi abu, sebaiknya segera menjauh dari area paparan.
2. Tenggorokan terasa gatal dan tidak nyaman
Bukan hanya batuk, tenggorokan juga dapat terasa gatal, kering, kasar atau bahkan sakit. Kondisi ini terjadi karena partikel abu dapat mengiritasi saluran pernapasan bagian atas. Keluhan biasanya semakin terasa jika paparan berlangsung cukup lama.
3. Hidung berair atau tersumbat
Hidung juga menjadi bagian tubuh yang pertama kali bersentuhan dengan abu vulkanik. Akibatnya, Anda mungkin mengalami hidung berair, bersin berulang, atau hidung terasa tersumbat. Keluhan tersebut merupakan respons tubuh terhadap iritasi akibat partikel di udara.
4. Mata merah dan terasa perih
Abu vulkanik tidak hanya menyerang saluran pernapasan. Mata juga dapat mengalami iritasi ketika terkena atau terpapar partikel abu. Mata bisa menjadi merah, berair, terasa perih hingga muncul sensasi seperti ada pasir di dalam mata. Sebaiknya hindari mengucek mata karena justru dapat memperparah iritasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
5. Mulai merasa sesak napas
Sesak napas menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian lebih. Setelah menghirup abu, sebagian orang dapat merasa napas lebih pendek atau dada terasa tidak nyaman.
Halaman Selanjutnya
Risikonya dapat lebih besar pada orang yang sudah memiliki asma atau penyakit paru dan jantung. Karena itu, jangan memaksakan diri tetap beraktivitas di luar ketika kondisi udara sedang dipenuhi abu.

7 hours ago
1











