Jakarta, VIVA – Saat mengemudikan mobil, banyak yang kurang memahami bahwa ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan karena bisa mengurangi kenyamanan dan keamanan. Salah satunya yakni cara menggenggam setir.
Cara memegang setir mobil tidak lagi sekadar soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan fitur keselamatan seperti kantung udara atau airbag. Banyak pengemudi belum menyadari bahwa posisi tangan yang keliru bisa meningkatkan risiko cedera saat airbag mengembang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam standar berkendara modern, dikutip VIVA Otomotif dari Korlantas Polri, Minggu 3 Mei 2026, posisi tangan yang dianjurkan adalah di arah jam 9 dan 3 pada lingkar setir. Posisi ini dinilai paling aman karena menjaga tangan tetap berada di luar jalur mengembangnya airbag yang berada di tengah setir.
Penggunaan posisi lama seperti jam 10 dan 2 kini mulai ditinggalkan karena dinilai lebih berisiko. Saat terjadi benturan dan airbag mengembang, posisi tersebut dapat membuat tangan terdorong ke arah wajah sehingga berpotensi menyebabkan cedera.
Selain posisi, cara menggenggam setir juga harus diperhatikan agar tetap aman. Pengemudi disarankan memegang setir dengan rileks namun mantap, sehingga tetap bisa merespons kondisi jalan tanpa kehilangan kontrol.
Genggaman yang terlalu kaku dapat mengurangi kelincahan saat bermanuver, sementara pegangan yang terlalu longgar berisiko saat menghadapi situasi darurat. Keseimbangan dalam menggenggam menjadi kunci agar kendaraan tetap stabil dikendalikan.
Teknik memutar setir juga berperan penting dalam menjaga keselamatan. Metode dorong dan tarik atau push-pull lebih dianjurkan karena menjaga posisi tangan tidak menyilang dan tetap berada di area aman dari airbag.
Dengan teknik ini, pengemudi dapat mengontrol arah kendaraan secara presisi tanpa mengorbankan keselamatan. Setelah berbelok, tangan juga sebaiknya kembali ke posisi awal untuk menjaga kesiapan menghadapi kondisi jalan berikutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa kebiasaan seperti menyetir dengan satu tangan atau meletakkan tangan di bagian atas setir sebaiknya dihindari. Posisi tersebut membuat tangan berada lebih dekat dengan area kerja airbag dan berisiko saat terjadi benturan.
Memahami cara memegang setir yang benar kini menjadi bagian dari adaptasi terhadap teknologi kendaraan. Dengan posisi yang tepat, pengemudi tidak hanya lebih nyaman, tetapi juga terlindungi dari risiko tambahan saat sistem keselamatan aktif bekerja.
Belajar dari Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Ini Penyebab Mobil Tiba-tiba Mogok di Rel
Kecelakaan beruntun yang terjadi di perlintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, menjadi perhatian publik setelah melibatkan taksi listrik
VIVA.co.id
28 April 2026

2 hours ago
3





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3064552/original/005518800_1583060624-zohre-nemati-6sNQftdA3Zs-unsplash.jpg)



