Magetan, VIVA – Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, melanjutkan rangkaian agenda Reses Ramadan 2026 dengan mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Suratmajan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, pada Jumat, 27 Februari 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal selama bulan Ramadan sekaligus terus mengalami penyempurnaan dalam pelaksanaannya di lapangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam peninjauan tersebut, Ibas melihat langsung proses operasional dapur mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari kualitas tata kelola dan konsistensi standar pelayanan.
“Saya ingin memastikan operasional dan mekanisme kerja SPPG benar-benar berjalan sebagaimana mestinya. Semua harus bersih, higienis, dan mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan,” tegas Ibas dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurutnya, penguatan sistem kerja menjadi faktor penting agar program nasional sebesar MBG dapat berjalan berkelanjutan. Ia menilai standar prosedur yang jelas, pengawasan berlapis, serta kedisiplinan pelaksana di lapangan perlu terus diperbaiki dan disempurnakan seiring perluasan program.
Tahap awal pengolahan makanan, lanjutnya, menjadi titik krusial dalam menjaga kualitas layanan. Ibas mengingatkan agar bahan pangan yang tidak memenuhi standar kesegaran segera disortir dan tidak digunakan dalam proses produksi.
“Saya tidak ingin ada makanan yang tidak fresh atau berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Jika ditemukan bahan yang tidak layak, harus langsung dikembalikan. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujarnya.
Selain aspek kebersihan, Ibas juga menyoroti pentingnya peran tenaga ahli gizi dalam memastikan setiap menu benar-benar memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa MBG harus terus dijaga kualitas gizinya agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Program ini bukan sekadar membagikan makanan. Komposisi, porsi, keseimbangan nutrisi, hingga proses penyajiannya harus tepat agar anak-anak kita tumbuh sehat dan siap menjadi generasi unggul,” katanya.
Ia mengapresiasi penggunaan peralatan modern serta disiplin petugas dapur yang telah bekerja sesuai standar keamanan pangan. Namun demikian, Ibas menilai peningkatan kapasitas SDM dan konsistensi pelaksanaan standar perlu terus dikawal agar kualitas layanan tetap merata di seluruh daerah.
Halaman Selanjutnya
“Saya melihat praktik yang baik di sini. Ke depan, standar seperti ini perlu terus dijaga dan direplikasi agar kualitas pelayanan MBG sama baiknya di semua wilayah,” ungkapnya.

1 week ago
9











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
